alexametrics

Menanti Pengumuman Kabinet, Rupiah Perkasa ke Rp14.127

loading...
Menanti Pengumuman Kabinet, Rupiah Perkasa ke Rp14.127
Rupiah pada Senin ini dibuka menguat 20 poin menjadi Rp14.127 per dolar AS. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kurs rupiah mendapat "energi" dari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden serta jelang mengumuman kabinet, sehingga melanjutkan penguatan pada Senin (21/10/2019).

Data indeks Bloomberg mencatat rupiah hari ini dibuka perkasa 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.127 per USD, berbanding Jumat pekan lewat di level Rp14.147 per USD.

Gairah rupiah juga terpantau di data Yahoo Finance, dimana mata uang kecintaan kita, terapresiasi 24 poin atau 0,16% ke level Rp14.115 per USD, dibandingkan Jumat pekan silam di posisi Rp14.139 per USD.



Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok kurs tengah rupiah di angka Rp14.132 per USD, menguat 8 poin di banding posisi Rp14.140 per USD pada Jumat pekan lalu.

Penguatan rupiah datang dari sentimen dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri, tentunya pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang berjalan lancar, mengindikasikan kondisi politik semakin kondusif. Dan juga jelang pengumuman kabinet yang dinantikan pasar.

Sementara itu, sentimen dari luar negeri adalah harapan kesepakatan Inggris dan Uni Eropa soal Brexit. Parlemen Inggris berhasil membujuk Perdana Menteri Boris Johnson untuk menambah perpanjang waktu Brext, sehingga meningkatkan euro terhadap dolar AS.

Melansir dari Reuters, Senin (21/10/2019), harapan "deal" Brexit menbuat euro naik 0,3% terhadap dolar AS menjadi USD1,1156, mendekati level tertinggi tujuh minggu.

Sementara itu, data ekonomi AS yang melambat, membuat kalangan memprediksi Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada akhir Oktober, pemotongan suku bunga ketiga di tahun ini.

Kondisi harapan Brexit membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama turun 0,3% menjadi 97,340, berbanding level sebelumnya di 97,400. Selama pekan ini, indeks USD telah turun 0,9%, kinerja mingguan terburuk dalam 17 minggu.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak