alexametrics

Siang Ini, IHSG dan Rupiah Semakin Menguat

loading...
Siang Ini, IHSG dan Rupiah Semakin Menguat
IHSG dan rupiah pada sesi I perdagangan Senin (21/10/2019) kompak menguat. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melanjutkan penguatan pada sesi I perdagangan Senin (21/10/2019). Indeks terpantau bertambah 7,56 poin atau 0,12% ke level 6.199,51.

Pembukaan dagang, IHS langsung ngegas dengan naik 15,94 poin atau 0,26% ke level 6.207,89. Dari pagi hingga siang, IHSG bergerak di 6.199,27-6.228,23.

Empat dari 10 indeks sektoral menguat, dengan sektor konsumer naik +0,82%, manufaktur +0,37%, pertambangan +0,37%, berbanding aneka industri -0,13% industri dasar -0,11%, dan perdagangan -0,07%.



Dari 575 saham yang diperdagangkan, 186 menguat, 167 stagnan, dan 222 tertekan. Nilai transaksi saham Rp4,19 triliun dari 12,34 miliar unit. Transaksi bersih asing -Rp93,46 miliar, dengan aksi jual asing Rp774,87 miliar dan aksi beli asing Rp681,41 miliar.

Sementara itu, nilai tukar rupiah semakin perkasa 33 poin atau 0,23% menjadi Rp14.114 per USD pada rehat siang ini. Awal dagang, indeks Bloomberg mencatat rupiah menguat 20 poin menjadi Rp14.127 per USD, berbanding penutupan Jumat di Rp14.147 per USD.

Rupiah mendapat keuntungan karena pelaku pasar saat ini sedang menanti susunan kabinet terutama tim ekonomi Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Beberapa nama pengusaha dan dari kalangan muda, seperti yang diharapkan investor, pada Senin ini diundang ke istana, diantaranya bos Gojek Nadiem Makarim dan bos Adaro Erick Thohir.

Sementara itu, melansir dari CNBC, Senin (21/10), perpanjangan tenggat Brexit telah menekan dolar AS. Poundsterling Inggris naik menjadi USD1,2916, dibanding posisi sebelumnya di USD1,2873. Hal ini membuat indeks dolar AS stagnan terhadap enam mata uang utama di 97,340, melemah dibanding sesi sebelumnya di 97,400.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak