alexametrics

Akan Jadi Menteri Ekonomi, Saham Perusahaan Erick Thohir Sell on News

loading...
Akan Jadi Menteri Ekonomi, Saham Perusahaan Erick Thohir Sell on News
Pengusaha Erick Thohir datang ke Istana Kepresidenan terkait pemanggilan menteri. Foto/Antara/Dok.
A+ A-
JAKARTA - Pengusaha sekaligus mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, mengatakan bersedia menerima tawaran dari Jokowi untuk mengisi salah satu posisi menteri di Kabinet.

Erick Thohir mengatakan dirinya akan menjadi menteri di Kabinet Jokowi-Ma'ruf untuk bidang ekonomi. Namun, Erick tidak mau merinci posisi menteri di bidang ekonomi apa yang akan ditempati.

Pemanggilan Erick Thohir ke Istana Kepresidenan dan kabar menjadi menteri, membuat saham-saham perusahaannya meningkat.



Saham perusahaannya PT Mahaka Media Tbk (IDX: ABBA) pada Senin (21/10/2019) pukul 15.10 WIB, bertambah 35 poin atau 19,13% menjadi Rp218 per lembar saham. Pada penutupan Jumat kemarin, saham ABBA berada di level Rp183 per lembar saham.

Pun demikian dengan saham PT Visi Media Asia Tbk (IDX: VIVA), pada Senin siang ini naik 3,23% menjadi Rp96 per lembar saham, dibanding Jumat pekan sebelumnya di Rp93 per lembar saham.

Analis saham dari Panin Sekuritas, William Hartanto, mengatakan kenaikan saham Erick Thohir ini merupakan hal biasa dan disebut "sell on news".

"Kenaikan saham seperti ini sudah biasa, hal yang sama terjadi saat Sandiaga Uno terpilih dalam Pilkada lalu, dimana saham-sahamnya seperti Saratoga menguat," ujar William Hartanto kepada SINDOnews di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Ia mengatakan kenaikan saham-saham perusahaan milik Erick Thohir bersifat jangka pendek sampai ada kepastian bahwa Erick Thohir benar-benar terpilih sebagai menteri.

"Biasanya nanti kalau dia sudah terpilih sebagai menteri, sahamnya akan kembali normal dan stabil. Kejadian ini sudah lama dikenal sebagai 'sell on news'," tutur William.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak