alexametrics

LPS Proyeksi Kredit Tumbuh 11,7% Hingga Akhir 2019

loading...
LPS Proyeksi Kredit Tumbuh 11,7% Hingga Akhir 2019
LPS memproyeksikan kredit perbankan diperkirakan akan tumbuh secara lebih terukur sejalan dengan strategi bank untuk menjaga kualitas aset dan memperbaiki profitabilitas. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan laju pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) akan melanjutkan tren perbaikan. Sementara kredit diperkirakan akan tumbuh secara lebih terukur sejalan dengan strategi bank untuk menjaga kualitas aset dan memperbaiki profitabilitas.

Direktur Grup Surveilens dan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Priyantina mengatakan, ekspansi kredit ke depan potensial dikontribusikan oleh bank besar, sementara untuk bank menengah dan kecil cenderung terbatas tergantung pada perbaikan laju pertumbuhan sisi DPK.

Gap pertumbuhan berpotensi menyempit sehingga mengurangi tekanan likuiditas. Adanya tambahan likuiditas dari ekspansi fiskal potensial memperbaiki DPK. "Hingga akhir tahun 2019 pertumbuhan kredit dan DPK diperkirakan akan mencapai masing-masing sebesar 11,7% yoy dan 7,4% yoy," ujar Priyantina di Jakarta, Selasa (22/10/2019).



Pertumbuhan kredit secara tahunan perbankan periode Agustus 2019 tumbuh sebesar 8,59% year on year, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 7,62% yoy. Dia menuturkan, adanya perlambatan pertumbuhan DPK yang lebih besar dibandingkan kredit pada periode Agustus 2019 mendorong terjadinya kenaikan Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan dari level 93,81% menjadi 94,04%.

Meski terjadi perlambatan pertumbuhan DPK pada periode Agustus lalu, namun perlambatan pada periode tersebut lebih bersifat siklikal dan belum berdampak terhadap kondisi likuiditas perbankan. Bahkan pada sebagian kelompok bank menunjukkan kondisi likuiditas yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, suku bunga simpanan Rupiah sepanjang bulan September 2019 terpantau melanjutkan tren turun secara gradual. Rata-rata tingkat bunga deposito rupiah (22 moving daily average) bank benchmark LPS pada akhir September 2019 mencapai 5,89%, turun 5 bps dari posisi akhir Agustus 2019.

Sedangkan rata-rata suku bunga minimum dan maksimum tercatat masing-masing turun 5 dan 6 bps ke level 4,86% dan 6,93%."Tingkat bunga deposito valuta asing pada periode yang sama juga menunjukan tren penurunan," ujarnya.

Tercatat suku bunga minimum valuta asing turun 2 bps ke level 4,86 sementara suku bunga maksimum dan rata-rata mengalami penurunan masing-masing 11 bps dan 6 bps ke level 1,76% dan 1,18%.

Priyantina mengungkapkan, suku bunga simpanan perbankan akan terus melanjutkan tren penurunan merespon penurunan BI 7-day (Reverse) Repo Rate dan langkah pelonggaran yang ditempuh BI. Meredanya kompetisi pada bunga spesial rate dan couter rate terjadi pada seluruh kelompok BUKU bank menuju kondisi normal.

Dengan demikian diharapkan dapat mengurangi biaya dana dan memperbaiki Net interest margin (NIM) perbankan. Selanjutnya penurunan suku bunga deposito pada semua tenor dan kelompok BUKU bank diharapkan dapat diikuti penurunan pada suku bunga kredit.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak