alexametrics

Penurunan Suku Bunga Acuan BI Berpeluang Terus Berlanjut

loading...
Penurunan Suku Bunga Acuan BI Berpeluang Terus Berlanjut
Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) alias BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) diproyeksikan berpeluang masih berlanjut. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) alias BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) diproyeksikan berpeluang masih berlanjut. Terang Ekonom Bank Permata Josua Pardede, hal itu seiring pelonggaran makroprudensial yang bakal dilakukan oleh BI.

Menurutnya Bank Indonesia berpeluang untuk kembali memangkas suku bunga acuan BI-7RR sebesar 25bps menjadi 5,0% pada RDG bulan ini. Sebagai pertimbangan yang menjadi sentimen positif yakni terjaganya stabilitas perekonomian domestik yang tercermin dari laju inflasi terkendali serta stabilitas nilai tukar rupiah.

"Laju inflasi cenderung stabil di tengah ekspektasi yang cenderung terjangkar dalam target sasaran inflasi BI di kisaran 3,5±1% hingga akhir tahun ini. Selain itu, nilai tukar rupiah cenderung stabil dalam sebulan terakhir ini dimana volatilitas rupiah secara rata-rata menurun yang terindikasi dari one-month implied volatility yang menurun menjadi kurang dari 6% sejak pertengahan bulan ini," ujar Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (23/10/2019).



Dia mengatakan. rupiah secara rata-rata cenderung stabil di level Rp14.150 per USD sepanjang bulan Oktober ini. Terkendalinya laju inflasi serta kestabilan nilai tukar rupiah juga ditopang oleh ekspektasi penurunan defisit transaksi berjalan sejalan dengan membaiknya neraca perdagangan sepanjang kuartal III tahun ini.

"Perbaikan defisit transaksi berjalan tersebut didorong oleh penurunan laju impor yang lebih besar dibandingkan penurunan laju ekspor," jelasnya.

Sambung Josua menambahkan, dengan mempertimbangkan tingkat inflasi yang terkendali, stabilnya nilai tukar rupiah dan perbaikan defisit transaksi berjalan, maka ruang pelonggaran kebijakan moneter terbuka. Dan momentum pelonggaran kebijakan moneter dengan penurunan suku bunga acuan juga disaat bersamaan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi domestik.

"Ini dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tren perlambatan ekonomi global yang dapat mempengaruhi perekonomian nasional. Diketahui tren perlambatan ekonomi global dapat mempengaruhi perekonomian nasional," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak