alexametrics

Atasi Ancaman Resesi Global, Menko Airlangga Fokus Perkuat Domestik

loading...
Atasi Ancaman Resesi Global, Menko Airlangga Fokus Perkuat Domestik
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, bakal mencermati perkembangan ekonomi domestik agar tidak tertekan dengan ancaman resesi perekonomian global. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, bakal mencermati perkembangan ekonomi domestik agar tidak tertekan dengan ancaman resesi perekonomian global. Sebelumnya Presiden telah mengingatkan, bahwa tantangan terbesar datang dari luar yaitu ancaman resesi global, dimana perang dagang dan konflik geopolitik telah mengakibatkan perlambatan ekonomi negara maju yang tentunya berdampak ke nasional.

"Ya tentu kita akan memonitor perkembangan, tapi salah satu safeguard yang kita punya adalah domestic market. Itu akan jadi perhatian dan tentunya domestic market akan bermanfaat dan perlu dimanfaatkan untuk kapasitas dalam negeri. Tentu nanti kita akan lebih detailkan," ujar Menko Airlangga di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Sementara sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan akan melihat setiap instrumen keuangan pada kebijakan APBN, agar pelemahan ekonomi global tidak berdampak luas kepada Indonesia.



"Kita harus mampu mengcounter pelemahan dari perekonomian global yang bisa berimbas ke dalam negeri, kita harus melihat dari semua sisi, dari sisi instrumen pendapatan negara baik pajak, bea cukai dan PNBP," katanya.

Dia pun menekankan, bakal terus meneliti dan melihat dari sisi belanja negara, baik itu Kementerian lembaga, maupun transfer ke daerah agar menguatkan ketahanan ekonomi dari risiko global. "Kita juga harus terus memiliki alternatif instrumen pembiayaan untuk bisa mendukung kekuatan ekonomi Indonesia," sambungnya.

Untuk itu, Sri Mulyani akan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi global yang sedang menghantui Indonesia.

"Kita harus bekerja bersama-sama, menjaga perekonomian dengan kebijakan makro dan moneter secara komplementer. Kerja sama dengan OJK dari sisi kebijakan dan makroprudensial diharap sinkron dalam menjaga perekonomian kita dari ancaman pelemahan global. Dan kita akan terus meningkatkan produktivitas," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak