alexametrics

IHSG Sesi Pagi Menguat 18,19 Poin Iringi Lompatan Bursa Utama Asia

loading...
IHSG Sesi Pagi Menguat 18,19 Poin Iringi Lompatan Bursa Utama Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan menjelang akhir pekan, Kamis (24/10/2010) dibuka menguat mengiringi lompatan bursa utama Asia lainnya. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan menjelang akhir pekan, Kamis (24/10/2010) dibuka menguat mengiringi lompatan bursa utama Asia lainnya. Dalam sesi pembukaan, IHSG mendaki 18,19 poin atau 0,29% menjadi 6.276,00.

Sebelumnya pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup mengayun tinggi pada Rabu (23/10), dimana bursa saham Tanah Air pulang perkasa 32,31 poin atau 0,52% ke 6.257,81.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp153 miliar dengan 77 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp30,55 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp53,17 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp83,72 miliar. Tercatat 125 saham naik, 22 saham turun dan 154 saham stagnan.



Sementara saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp575 atau 1,12% ke Rp51.600, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bertambah Rp175 atau 2,31% ke posisi Rp7.725 dan saham PT Astra International Tbk. (ASII) terangkat Rp75 menjadi Rp6.825.

Sedangkan saham-saham dalam jajaran top losers, yaitu PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) turun Rp175 ke Rp12.500, saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) menyusut Rp30 atau 3,7% ke Rp780 serta saham PT XL Axiata Tbk. (EXCL) lebih rendah Rp30 menjadi Rp3.450.

Di sisi lain pasar saham wilayah Asia Pasifik melonjak pada awal perdagangan, Kamis ketika data terbaru menunjukkan bahwa perekonomian Korea Selatan terus melambat. Sedangkan investor masih menanti hasil pertemuan bank sentral Eropa yang akan digelar hari ini.

Bursa patokan Australia tercatat meningkat hingga 0,45%, sedangkan indeks Nikkei Jepang naik 0,46%. Tren peningkatan juga terlihat pada indeks Kospi dengan penguatan tipis 0,25% ditopang masih banyaknya laporan produktif.

Perekonomian Korea Selatan telah melambat tahun ini, terkena dampak perang dagang AS-China. Pada bulan Oktober, Bank Sentral Korea telah memotong suku bunga untuk kedua kalinya dalam tiga bulan untuk menopang pertumbuhan. Secara keseluruhan, indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang meningkat 0,24%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak