alexametrics

Penyaluran Kredit Meningkat, Laba Bersih BTPN Naik 20%

loading...
Penyaluran Kredit Meningkat, Laba Bersih BTPN Naik 20%
Penyaluran Kredit Meningkat, Laba Bersih BTPN Naik 20% . (Dok. SINDOnews).
A+ A-
JAKARTA - PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mencatat penyaluran kredit pada kuartal III/2019 sebesar Rp140,6 triliun atau tumbuh 107% dari posisi yang sama tahun sebelumnya senilai Rp67,8 triliun. Penyaluran kredit sampai dengan kuartal III/2019 sebagian besar ditopang dari pembiayaan korporasi, kredit usaha kecil dan menengah (UKM), pembiayaan konsumer, serta pembiayaan prasejahtera produktif melalui anak usaha, BTPN Syariah.

“Seiring pertumbuhan yang baik, Bank BTPN konsisten menjaga penyaluran kredit tetap sehat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tercermin pada rasio kredit bermasalah (non-performing loan) sebesar 0,8% (gross),” kata Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana di Jakarta kemarin.

Dia melanjutkan, untuk menyeimbangkan laju pertumbuhan kredit, perseroan menghimpun pendanaan sebesar Rp145,7 triliun atau meningkat 88% dari periode yang sama tahun lalu. Jumlah pendanaan tersebut terdiri dari Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp98,3 triliun, pinjaman dari pihak lain senilai Rp41,2 triliun, serta pinjaman subordinasi senilai Rp6,2 triliun.

Dengan realisasi penyaluran kredit dan pendanaan tersebut, rasio pinjaman terhadap pendanaan (loan to funding ratio/LFR) Bank BTPN mencapai 96,5%. Sebagai salah satu langkah diversifikasi sumber pendanaan, Bank BTPN berencana melakukan penawaran umum berkelanjutan obligasi IV tahap I tahun 2019 dengan target dana Rp1 triliun.

Dana yang dihimpun dari penawaran obligasi ini akan digunakan seluruhnya untuk ekspansi kredit. Sampai akhir September 2019, aset Bank BTPN tumbuh 86% menjadi Rp182,2 triliun (year on year/yoy) dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 24,4%. Adapun laba bersih setelah pajak (NPAT) meningkat 20% menjadi Rp1,9 triliun.

“Dengan permodalan yang kuat dan dukungan global dari SMBC, kami meyakini pencapaian ini semakin memotivasi kami untuk berkontribusi lebih banyak bagi perekonomian dan pembangunan nasional,” ungkap Ongki.

Hingga akhir September 2019, lanjut dia, jumlah pengguna terdaftar Jenius telah mencapai lebih dari 2 juta nasabah, tumbuh 148% dari periode yang sama tahun lalu. “Sebagai pionir di bank digital, Jenius akan terus berinovasi dalam menghadirkan fitur-fitur baru yang unik dan relevan dengan kebutuhan nasabah. Konsistensi ini akan kami jaga karena kami percaya platform ini bakal memainkan peran penting dalam pengembangan bisnis ritel Bank BTPN di masa depan,” imbuh Ongki. (Kunthi Fahmar Sandy)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak