alexametrics

Setelah Menguat 10 Hari Beruntun, IHSG Pulang Terjun 1,38%

loading...
Setelah Menguat 10 Hari Beruntun, IHSG Pulang Terjun 1,38%
IHSG ditutup rugi 87,30 poin atau 1,38% ke level 6.252,34. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Setelah melaju selama 10 hari, kekuatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti. Pada perdagangan Jumat (25/10/2019), IHSG ditutup rugi 87,30 poin atau 1,38% ke level 6.252,34.

Awal perdagangan, IHSG dibuka memperpanjang kenaikan dengan bertambah 2,96 poin atau 0,05% ke level 6.342,61. Namun, menjelang sesi penutupan pertama, IHSG berbalik melemah hingga akhir dagang. Jumat ini, indeks bergerak di 6.243,35-6.348,32.

Seluruh indeks sektoral melemah pada akhir pekan ini. Sektor industri dasar memimpin pelemahan dengan ambruk 2,79%. Aneka industri merosot 1,92%, manufaktur melemah 1,82%, dan infrastruktur jatuh 1,38%.



Sektor keuangan melemah 1,38%. Sektor konsumen juga terkoreksi 1,10%. Sektor perdagangan dan jasa serta sektor tambang masing-masing turun 0,86%. Sektor properti dan konstruksi melambat 0,85%. Terakhir, sektor perkebunan melemah 0,23%.

Dari 635 saham yang diperdagangkan, 256 terkoreksi, 211 diam di tempat, dan 168 naik. Nilai transaksi saham Rp16,47 triliun dari 26,91 miliar unit saham. Transaksi bersih asing Rp469,19 miliar, dengan aksi beli asing Rp4,32 triliun melawan aksi jual asing Rp3,85 triliun.

Pelemahan IHSG seiring aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan pelaku pasar. Ya, setelah 10 hari perdagangan selalu menang, pelaku pasar mencari untung atas kemenangan berturut-turut selama 10 hari. Sepanjang 10 hari, IHSG sudah naik 5,25%.

Sementara itu, pasar saham di Asia Pasifik ditutup menguat karena investor mencari petunjuk perkembangan negosiasi dagang Amerika Serikat dan China, serta rencana Brexit Inggris dari Uni Eropa.

Pasar menyambut positif pernyataan Wakil Presiden AS Mike Pence dalam pidatonya, yang mengatakan tentang masa depan hubungan AS dan China. "AS tidak mencari konfrontasi dengan China dan tidak ingin menahan perkembangan China".

Melansir dari CNBC, Jumat (25/10/2019), hal tersebut membuat indeks Nikkei 225 Jepang bertambah 0,22% menjadi 22.799,81 dan indeks Topix naik 0,29% menjadi 1.648,44.

Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,11% menjadi 2,087,89. Bursa Australia ASX200 naik 0,68% menjadi 6.739,20, dengan sebagian besar sektor saham menguat.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 0,49% ke level 26.667,39, berbanding terbalik dengan pasar saham China daratan yang menguat. Indeks Shanghai naik 0,48% menjadi 2.954,93, bursa Shenzhen membalikkan kerugian untuk diperdagangkan naik 0,99% pada 1,632.40.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak