alexametrics

Capai 95%, Mandiri Syariah Terus Genjot Layanan Digital

loading...
Capai 95%, Mandiri Syariah Terus Genjot Layanan Digital
Direktur IT & Operation Mandiri Syariah Achmad Syafii (kedua kanan) berbincang di tengah acara media gathering Mandiri Syariah di Bukittinggi, 25/10/2019. Foto/Dok Mandiri Syariah
A+ A-
PADANG PANJANG - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mengalokasikan anggaran Rp270 miliar untuk pengembangan layanan digital tahun ini. Nilai tersebut naik dari tahun lalu yang mencapai Rp200 miliar.

Direktur IT & Operation Mandiri Syariah Achmad Syafii menjelaskan investasi tersebut digunakan untuk mengembangkan infrastruktur IT, digitalisasi back office, serta mobile banking Mandiri Syariah. Menurutnya transaksi digital di Mandiri Syariah saat ini sudah mencapai 95%. Transaksi paling banyak dilakukan di platform mobile banking.

"Saat ini, nasabah kita hanya tinggal 5% yang masih ke kantor cabang untuk transaksi yang jumlahnya besar,” ujar Syafii di Padang Panjang, Sumatera Barat, Jumat (25/10/2019).



Pemanfaatan teknologi juga membantu semakin memudahkan Mandiri Syariah menjangkau nasabah. Perseroan juga berencana melayani pembukaan rekening melalui aplikasi.

Dengan menggunakan teknologi ini, calon nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor cabang. Platform digital yang dimiliki BSM yakni Mandiri Syariah Mobile terus diperkuat dengan menambahkan berbagai fitur-fitur terbaru yang dibutuhkan nasabah.

Group Head Digital Banking Mandiri Syariah Riko Wardhana mengatakan, pengembangan Mandiri Syariah Mobile bukan hanya sekedar menjadi platform untuk layanan perbankan. Berbagai fitur Islami yang dibutuhkan umat muslim juga dihadirkan, mulai dari berzakat, infaq sadaqah, informasi jadwal shalat, arah kiblat, dan masjid terdekat.

"Fitur yang tidak berhubungan dengan transaksi justru memancing pengguna baru. Kita ingin kembangkan ekosistem travel seperti paket umrah ataupun tujuan Korsel. Kami akan kerjasama dengan agen travel bikin paket dan yakinkan regulator kalau ekosistem travel membuat bank syariah lebih bermakna," ujar Riko.

Perluasan fitur digital ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan berbasis fee (fee based income/FBI) yang naik 26,20% dari semula Rp514 miliar hingga kuartal II/2018 menjadi Rp649 miliar pada periode sama di 2019.

Peningkatan tersebut didorong meningkatnya transaksi di e-channel termasuk melalui Mandiri Syariah Mobile. Sampai akhir 2019 ini, Mandiri Syariah menargetkan peningkatan FBI sebesar 30%.

Sementara itu, Perseroan bersama wartawan juga menanam dan sebar 2000 bibit pohon di Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang dan 10 sekolah lainnya di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Mandiri Syariah juga memberikan bantuan beasiswa bagi 100 siswa kurang mampu yang membutuhkan bantuan biaya di lingkungan Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang.

Area Manager Padang Panjang Mandiri Syariah Azhar menyampaikan program penanaman dan sebar bibit pohon di sekolah merupakan salah satu program CSR perusahaan dalam mendukung aktivitas go green dalam penjagaan lingkungan dan pendidikan khususnya di Sumatera Barat.

"Kami akan fokus untuk bekerjasama dengan institusi pendidikan dan RS. Produk dan layanan kami akan menjadi katalisator yang akan membantu berkembang lebih cepat," kata Azhar dalam kesempatan tersebut.

Dia menambahkan, sinergi Mandiri Syariah dengan Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang telah dilakukan sejak 2015 meliputi layanan payroll gaji pegawai dan guru, pembiayaan aliansi mikro untuk pegawai dan guru, fasilitas ATM, pembayaran SPP mahasiswa dan dana kemahasiswaan, hingga pemberian beasiswa bagi siswi berprestasi.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak