alexametrics

Tingkatkan Bisnis UMKM, Ratusan Pelaku Usaha di Bandung Dapat Pendampingan

loading...
Tingkatkan Bisnis UMKM, Ratusan Pelaku Usaha di Bandung Dapat Pendampingan
Salah satu stan produk UMKM Kota Bandung pada acara Gelar Produk dan Temu Bisnis UMKM Jabar Juara yang digelar Sabtu dan Minggu (26-27/10/2019). Foto/SINDonews/Arif Budianto
A+ A-
BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) bersama Pemerintah Kota Bandung melakukan sinergitas dengan menggelar program pendampingan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan merealisasikan program UMKM Juara.

Pendampingan dilakukan kepada sekitar 150 pelaku usaha, oleh sekitar 25 pendamping dan seorang koordinator. Proses pendampingan dilakukan hingga mereka naik kelas atau peningkatan kualitas produk.

Kepala Bidang Usaha Kecil Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar Tatang Suryana mengatakan, seorang pendamping tersebut mengakselerasi 12-13 pelaku usaha. Saat ini terdapat 150 pelaku usaha dari Kota Bandung yang mengikuti program UMKM Juara.



"Mayoritas ini lanjutan dari program Wirausaha Baru sehingga perlu ada pendampingan kembali, khususnya soal produk agar lebih inovatif dan sudah orientasi ekspor," ujarnya di Bandung, Minggu (27/10/2019).

Menurut Tatang, total UMKM yang terdaftar pada program UMKM Juara sebanyak 2.500 dengan melibatkan 200 pendamping yang tersebar di 27 kabupaten/kota. Rencananya, target UMKM Juara ditambah menjadi 3.000 pelaku usaha. "Pendampingan ini upaya kita agar pelaku usaha bisa naik kelas, yang tadinya usaha mikro jadi usaha kecil," ucapnya.

Selain pendampingan, pihaknya turut memfasilitasi temu bisnis antara UMKM dengan pengusaha besar. Temu bisnis antara UMKM dan buyer digelar berbarengan dilakukannya acara Gelar Produk dan Temu Bisnis UMKM Jabar Juara pada Sabtu dan Minggu (26-27/10/2019).

Untuk UMKM dari Kota Bandung, imbuh Tatang, buyer lebih tertarik terhadap produk fesyen dan kuliner. "Ada 50 buyer yang diundang untuk temu bisnis bersama pelaku usaha di Kota Bandung. Jadi, diharapkan nanti buyer bisa menjadi mitra," ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Bandung Atet Dedi Handiman menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya pendampingan yang dilakukan Pemprov Jabar bekerja sama dengan Pemkot Bandung dalam meningkatkan kapasitas produk UMKM.

Apalagi, kata dia, di Kota Bandung ada sekitar 140.000 UMKM namun baru 6.000 UMKM yang tercatat di Dinas Koperasi dan UMKM. Artinya masih ada sekitar 8.000 pelaku usaha yang tidak tercatat.

"Menurut data, UMKM di Kota Bandung memberi kontribusi sekitar 80% terhadap PDB. Makanya kami beri pendampingan dan gelar kriya ini rutin digelar, karena mereka memang perlu sekali untuk dibantu sosialisasikan produk. Kami berharap UMKM bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri," jelasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak