alexametrics

Harapan Pemotongan Suku Bunga Hantar Wall Street Cetak Rekor

loading...
Harapan Pemotongan Suku Bunga Hantar Wall Street Cetak Rekor
Wall Street berakhir menanjak berkat optimisme perdagangan ditambah harapan investor akan pemotongan suku bunga AS alias Fed rate akhir pekan ini. Foto/Ilustrasi, Reuters
A+ A-
NEW YORK - Wall Street berakhir menanjak pada perdagangan awal pekan waktu setempat, ketika indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi sedangkan komposit Nasdag sedikit terpeleset. Bursa saham Amerika Serikat melejit berkat optimisme perdagangan, dimana AS dan China diyakini selangkah lagi capai kesepakatan. Ditambah harapan investor akan pemotongan suku bunga AS alias Fed rate akhir pekan ini.

Dow Jones Industrial Average tercatat lebih tinggi mencapai sebesar 132,25 poin atau 0,49% ke level 27.090,31 untuk mengiringi lesatan indeks S&P 500 yang memperoleh tambahan 16,79 poin yang setara 0,56% hingga menyentuh posisi terbaiknya 3.039,34. Sedangkab komposit Nasdaq jyga meningkat 82,87 poin atau 1,01% menjadi 8.325,99.

Saham Microsoft Corp (MSFT. O) naik 2,46%, membuatnya berada dalam jajaran dengan kinerja terbaik di tiga indeks utama. Hal itu setelah raksasa teknologi itu memenangkan kontrak dari Pentagon mengalahkan Amazon. Indeks S&P menjadi yang terkuat dengan kenaikan 0,56% di 3.039,34 untuk mencetak rekor ketika komposit Nasdaq ditutup berkurang 5 poin dari posisi tertinggi.



Presiden Donald Trump pada awal pekan sempat melontar pernyataan yang menjadi angin segar dalam perang dagang. Ia memperkirakan bakal segera menandatangani bagian penting dalam kesepakatab perdagangan dengan China, meski belum memberitahukan kapan waktu pastinya. Komentar itu membangun optimisme, ditambah Washington mengatakan semakin "dekat untuk menyelesaikan" beberapa bagian dari kesepakatan perdagangan.

Di sisi lain data ekonomi menunjukkan perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia telah mulai berdampak terhadap kedua negara, hingga memunculkan kekhawatiran tentang perlambatan global. Bank sentral global telah merespon dengan meringankan kebijakan moneter. Federal Reserve alias Bank Sentral AS sendiri diharapkan dapat melanjutkan tren suku bunga rendah melanjutkan pemotongan untuk ketiga kalinya.

Prospek pemotongan biaya pinjaman AS telah mencuat menjadi 94,1% dari 49,2% bulan lalu, menurut FedWatch CME Group. Musim pendapatan kuartal ketiga telah berhasil meringankan kekhawatiran yang terkait dengan dampak ketegangan perdagangan pada laba perusahaan, dengan lebih 78% dari 204 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan sejauh ini melebihi ekspektasi keuntungan, menurut data Refinitiv.

Investor sedang menunggu laporan penghasilan dari para perusahaan raksasa seperti Apple Inc (AAPL. O), Starbucks (SBUX. O) dan Merck & Co Inc (MRK. N). Chipmakers, yang telah terdampak perang dagang dengan China memperoleh 1,75% pada hari Senin. Sektor Teknologi, kesehatan.

SPXHC dan layanan komunikasi memperoleh masing-masing lebih dari 1%. Di antara saham lainnya, AT&T Inc (T. N) naik 4,28% setelah operator nirkabel AS itu mengatakan akan menambahkan dua anggota Dewan baru dan mempertimbangkan menjual sub bisnis non-inti tahun depan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak