alexametrics

Gagal Capai Target, Sri Mulyani Evaluasi Penjualan ORI016

loading...
Gagal Capai Target, Sri Mulyani Evaluasi Penjualan ORI016
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Keuangan meluncurkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI016), dengan tingkat kupon 6,8%, yang dibuka selama 2-24 Oktober 2019. Instrumen investasi ini ditujukan bagi investor ritel domestik. Pemerintah sendiri menargetkan penjualan ORI016 mencapai Rp9 triliun.

Namun, target ini gagal tercapai. Hingga kemarin, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu mencatat hasil penjualan ORI016 sebesar Rp8,21 triliun.

Menanggapi ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bakal mengevaluasi penjualan yang tidak sesuai target. Penerbitan obligasi ini bagian dari Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga kebutuhan pembiayaan pembangunan.



"Kami evaluasi dan melihat seluruh dinamika. Di satu sisi, pemerintah akan bertahap menjaga dari sisi kebutuhan pembiayaan melalui diversifikasi instrumen dari ritel. Dan masyarakat mungkin punya appetite dan ekspektasi return yang diharapkan," ujar Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Selain itu, kata Sri Mulyani, pemerintah akan berkoordinasi dengan sektor keuangan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia agar menjaga sektor keuangan. Hal ini dilakukan untuk menyakinkan investor.

Sri Mulyani menjelaskan soal tingkat kupon ORI016 sebesar 6,8% per tahun yang dianggap rendah, hal ini sudah mencerminkan risiko yang adil, baik bagi investor pembeli maupun negara sebagai pihak yang menerbitkan surat utang ritel tersebut.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak