alexametrics

PI Optimis Bangun 41.000 Unit Rumah, 10.000 Unit untuk Jabar

loading...
PI Optimis Bangun 41.000 Unit Rumah, 10.000 Unit untuk Jabar
Pembukaan Musyawarah Daerah dan pelantikan Pengembang Indonesia (PI) Jabar di Hotel Courtyard by Marriott, Kota Bandung, Selasa (29/10/2019). Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A+ A-
BANDUNG - Ketua Umum DPP Pengembang Indonesia (PI), Barkah Hidayat, menargetkan bisa membangun 41.000 rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada 2020 mendatang.

Angka itu didasarkan pada kemampuan anggota pengembang PI yang diperkirakan bisa membangun rumah bersubsidi sekitar 59.000 unit. Namun, PI akan mengambil porsi sekitar 70%.

Untuk Jawa Barat, pihaknya optimis mampu menyumbang sekitar 9.000 hingga 10.000 rumah MBR. Apalagi, PI sudah meminta pada dua perbankan yakni BNI Syariah dan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk memberikan kuota BP2PT masing-masing 8.000 unit dan 15.000 unit.

Untuk merealisasikan target itu, pihaknya, kata Barkah, sudah memberikan masukan pada Kementerian PUPR terkait penerapan skema bantuan BP2PT. Dia menilai, realisasi rumah ini kurang dilirik pengembang. Karena pencairan bantuan uang muka perumahan program ini yang mencapai Rp40 juta selama ini ditahan cukup lama.

"Sekarang ada kepastian, dengan skema yang berbeda bisa dicairkan dengan cepat, bisa tiga bulan. Kalau yang Rp40 juta ditahan cukup lama, keuntungan kami sebagai pengembang bisa tergerus," kata dia di Bandung, Selasa (29/10/2019).

Ketua DPD PI Jawa Barat, Raihan Nuraditya, mengatakan pihaknya optimis target pendirian rumah sebanyak 9.000 unit bisa tercapai mengingat backlog di provinsi ini masih tinggi. "Kami optimis bisa tercapai fokus membangun rumah MBR," katanya.

Anggotanya sendiri diakui Raihan masih fokus pada pasar Bandung Raya meski sejumlah unit juga disasar dibangun di wilayah Banjar dan Cianjur. "Paling banyak itu Bandung dan Banjar," katanya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak