alexametrics

Bursa Utama Asia Berjatuhan, IHSG Ditutup Menguat 14,61 poin

loading...
Bursa Utama Asia Berjatuhan, IHSG Ditutup Menguat 14,61 poin
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Rabu (30/10/2019) ditutup menanjak naik untuk bertahan di zona hijau saat bursa utama Asia lainnya berjatuhan. Foto/Ilustrasi, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Rabu (30/10/2019)ditutup menanjak naik untuk bertahan di zona hijau. Hingga sesi sore, IHSG bertengger di 6.295,75 dengan peningkatan sebesar 14,61 poin yang setara 0,23% saat bursa utama Asia lainnya berjatuhan.

Sebelumnya pada perdagangan siang, IHSG menjaga tren positif di level 6.296,95 dengan tambahan 15,81 poin atau 0,25%, dimana penguatan tersebut sedikit terkoreksi bila dibandingkan pagi tadi meningkat 20,9 poin atau 0,33% ke level 6.302,08. Sedangkan pada penutupan Selasa (29/10) kemarin, bursa saham Tanah Air kokoh pada level 6,281.14.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,17 triliun dengan 17,55 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp51,87 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,38 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,33 triliun. Tercatat sebesar 199 saham menguat, 244 melemah dan 163 stagnan.



Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) naik Rp2.675 menjadi Rp16.350, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) bertambah Rp1.225 menjadi Rp56.050 dan PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) melonjak Rp365 ke posisi Rp1.830.

Sementara, beberapa saham yang melemah yakni PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) turun Rp155 menjadi Rp785, Waran Seri I Barito Pacific Tbk. (BRPT-W)menyusut Rp70 menjadi Rp600 serta PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP) lebih rendah Rp40 menjadi Rp760.

Di sisi lain saham-saham Asia berjatuhan pada perdagangan hari Rabu, menjelang keputusan suku bunga AS yang akan segera diumumkan oleh Federal Reserve. Indeks Nikkei Jepang tergelincir 0,57% hingga berakhir menjadi 22.843,12 sedangkan indeks Topix menutup sesi dengan 0,19% lebih tinggi pada posisi 1.665,90.

Selanjutnya indeks Kospi di Korea Selatan juga ditutup 0,59% lebih rendah pada posisi 2.080,27 ketika saham Samsung Electronics turun 1,37% menjelang rilis pendapatan industri kelas berat. Tekanan juga menimpa saham daratan China, dimana Komposit Shanghai menyusut 0,5% menjadi 2.939,32 dan Komposit Shenzhen juga turun 0,856%.

Sementara indeks Hang Seng, Hong Kong hingga penghujung sesi bertengger di 26,641.36 usai kehilangan 0,54%. Saham yang terdaftar di Hong Kong yakni Standard Chartered justru melonjak lebih dari 2% setelah mengumumkan keuntungan kuartal ketiga melonjak 16% year-on-year.

Bursa utama Australia yakni ASX tergelincir 0,83% menjadi 6.689,50. Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan bahwa indeks harga konsumen untuk kuartal September naik 0,5% dibandingkan dengan peningkatan 0,6% pada kuartal sebelumnya. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,26% lebih rendah.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak