alexametrics

Indonesia Pasar Potensial Bagi Produk Konsumer

loading...
Indonesia Pasar Potensial Bagi Produk Konsumer
Jipremium 2019 merupakan pameran dagang yang menampilkan produk premium dengan kualitas ekspor untuk pasar lokal dan ekspor. Foto/Dok.
A+ A-
JAKARTA - Indonesia dinilai menjadi pasar potensial bagi perusahaan konsumer asal luar negeri. Coex Head Director, Indonesia Division Global Business Team, Jin Wook Hwang, mengatakan Indonesia saat ini adalah salah satu negara dengan ekonomi berkembang paling sukses di dunia dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tergolong stabil.

Dengan lebih dari 240 juta penduduk, Indonesia telah menjadi target investasi bagi banyak perusahaan di luar negeri. "Industri utama yang tumbuh cepat di Indonesia adalah barang-barang konsumen," kata Jin Wook Hwang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/10/2019).

Dia menambahkan, melihat potensi itu, Coex menggelar Jakarta International Premium Products Fair (Jipremium 2019) yang akan menampilkan produk premium ini ditargetkan menghasilkan transaksi USD6,6 juta dari transaksi 2018 sebesar USD5,5 juta.



Jipremium 2019 merupakan pameran dagang yang menampilkan produk premium dengan kualitas ekspor untuk pasar lokal dan ekspor, termasuk 200 merek high end dari Korea Selatan di sektor kecantikan, fashion, hingga makanan.

"Pameran Jipremium menampilkan produk alat rumah tangga, interior, kecantikan dan kosmetik, aksesoris, produk bayi dan anak, alat tulis hingga informasi teknologi pintar (Smart IT)," katanya.

Acara yang diselengggarakan Coex bersama Asosiasi Perdagangan Internasional Korea ini menghadirkan 300 peserta dari tujuh negara, seperti Taiwan, Jepang, Thailand, Vietnam, Malaysia hingga Singapura.

Angka ini naik dari 2018 sebanyak 200 peserta dari lima negara. Sementara pengunjung diharapkan lebih dari 20.000 orang atau naik dari 2018 sebesar 10.100 orang.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak