alexametrics

Harga Emas Antam Kembali Melesat Iringi Kilau Emas Dunia

loading...
Harga Emas Antam Kembali Melesat Iringi Kilau Emas Dunia
Harga jual emas dan beli kembali (buyback) emas PT. Aneka Tambang Tbk (Antam) menjelang akhir pekan berbalik melesat, untuk bangkit dari kejatuhan dalam sesi sebelumnya. Foto/Ilustrasi, Dok Antam
A+ A-
JAKARTA - Harga jual emas dan beli kembali (buyback) emas PT. Aneka Tambang Tbk (Antam) menjelang akhir pekan berbalik melesat, untuk bangkit dari kejatuhan dalam sesi sebelumnya. Peningkatan emas dalam negeri mengiringi kilau emas dunia setelah Federal Reserve alias The Fed memotong suku bunga seperti yang diharapkan.

Dikutip dari laman resmi Logammulia.com, Kamis (31/10/2019) harga emas Antam melesat Rp4.000 menjadi Rp762.000 per gram dari sebelumnya Rp758.000/gram. Lonjakan juga terlihat pada harga buyback menjadi Rp671.000 per gram dibandingkan kemarin Rp670.900/gram.

Selanjutnya emas dengan ukuran 0,5 gram dihargai sebesar Rp410.000 sedangkan pada ukuran 2 gram dibanderol Rp1.472.000. Harga emas 3 gram dipatok pada posisi Rp2.188.000 untuk mengiringi emas ukuran 5 gram seharga Rp3.629.000.



Sementara harga emas 10 gram dijual Rp7.170.000 ketika ukuran emas 25 gram dijual Rp17.762.500 pada perdagangan hari ini. Harga emas 50 gram dihargai sebesar Rp35.405.000 saat emas 100 gram dijual dengan harga sebesar Rp70.690.000.

Harga emas 250 gram mencapai Rp176.337.500 dengan emas ukuran 500 gram dihargai Rp352.375.000. Ada juga ukuran 1.000 yang dijual mencapai Rp704.600.000 dengan kecenderungan menguat. Posisi harga jual emas Antam di Pulogadung juga diperdagangkan lebih tinggi ke posisi Rp755.000 per gram

Di sisi lain dikutip dari Reuters, harga emas dunia berangsur lebih tinggi pada hari Kamis setelah Federal Reserve memotong suku bunga. Selanjutnya Bank Sentral AS menekankan bahwa hal ini bisa menandakan bakal menahan penurunan ke depannya.

Tercatat di pasar spot, harga emas dunia meningkat 0,3% menjadi USD1.499,06 per ons pada pukul 01.37 GMT. Sedangkan harga emas berjangka AS 0,3% lebih tinggi ke posisi USD1.501,40 per ons.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak