alexametrics

Sri Mulyani Sebut Defisit Transaksi Hambat Pertumbuhan Ekonomi RI

loading...
Sri Mulyani Sebut Defisit Transaksi Hambat Pertumbuhan Ekonomi RI
Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan CAD atau defisit transaksi berjalan dalam Neraca Pembayaran Indonesia menjadi salah satu penghambat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan kondisi Current Account Deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan dalam Neraca Pembayaran Indonesia menjadi salah satu penghambat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Lantaran itu dia menekankan, CAD harus segera diselesaikan lewat penguatan industrialiasi, ditambah membuat perizinan jadi lebih simpel

"Kemarin ratas kabinet dilakukan presentasi untuk berikan jangkar. Menko menjelaskan bahwa iklim investasi dipengaruhi untuk CAD dan Neraca Dagang. CAD memang jadi faktor yang menghalangi ekonomi tumbuh tinggi dan berkelanjutan," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam acara CEO Networking 2019 di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Sambung dia menambahkan, langkah untuk mengatasinya lewat penguatan investasi, ditambah industrialisasi yakni dengan memangkas perizinan yang menghambat. "Sehingga jauh lebih simpel, dan mendukung industri dan berbagai instrumen yang akan dievaluasi," jelasnya.



Mantan Direktur Bank Dunia itu pun menegaskan agar dunia usaha harus mengimbangi dengan harapan dan optimisme. Hal ini dilakukan agar ekonomi bisa berkontribusi dari seluruh sektor. "Arahan Jokowi untuk memberikan akselerasi. Saya pengin delivery, dalam pidato seperti ini kita kirim pesan, tidak hanya sent tapi delivered," ungkapnya.

Pemerintah ditegaskan bakal fokus untuk mendorong perbaikan CAD dengan mendorong sektor pariwisata. Selain juga, mendorong berbagai kebijakan ekonomi yang telah menjadi perhatian pemerintah, termasuk dari sisi kebijakan fiskal misalnya lewat pemberian tax holiday.

"Pemberian tax holiday untuk khususnya untuk industri piroritas, terutama manufaktur dan juga mendorong hilirisasi untuk menciptkan value added dan untuk industri subtstusi impor," papar Sri Mulyani.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak