alexametrics

OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

loading...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
OJK memastikan, stabilitas sektor jasa keuangan hingga pekan ke empat Oktober dalam kondisi terjaga di tengah perlambatan pertumbuhan perekonomian global. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Tantangan dinamika ekonomi global sedang dihadapi oleh seluruh negara, termasuk Indonesia. Ketidakpastian kondisi global yang masih terjadi dalam beberapa tahun terakhir telah berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap perusahaan maupun investor di pasar finansial dalam hal menentukan arah strategi ke depannya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, stabilitas sektor jasa keuangan hingga pekan ke empat Oktober dalam kondisi terjaga di tengah perlambatan pertumbuhan perekonomian global. "Intermediasi sektor jasa keuangan tercatat membukukan perkembangan yang stabil dengan profil risiko yang terkendali," ujar Wimboh di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Sambung dia menerangkan, data perekonomian global pasti berdampak ke Indonesia termasuk sektor jasa keuangan dan sektor riil. "Untuk itu diperlukan sinergi yang kuat dalam membangun sektor prioritas pemerintah. Sektor jasa keuangan juga masih memiliki ruang permodalan untuk mendorong perekonomian nasional,” jelasnya.



Sebagai informasi, pada bulan September menunjukkan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) perbankan sebesar 23,38%, Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa 667,47%, RBC asuransi umum 321,4% dengan gearing ratio perusahaan pembiayaan 2,72 kali. Risiko kredit dan pembiayaan juga terjaga dengan NPL gross 2,66% dan NPL nett 1,15 %. NPF gross 2,66% dan NPF nett 0,55%.

Kredit perbankan sampai September mencapai Rp5.524,19 triliun atau tumbuh 7,89% (yoy) antara lain ditopang kredit infrastruktur Rp777,89 triliun (16,67%/yoy), kredit pariwisata Rp131,56 triliun (7,35%/yoy), kredit pengolahan Rp917,46 triliun (5,54%/yoy). Ditambah kredit perikanan kelautan Rp93,22 triliun (0,07%/yoy) dan kredit perumahan Rp512,8 triliun (9,99%/yoy).

Sementara Dana Pihak Ketiga perbankan mencapai Rp5.891,92 triliun atau tumbuh 7,4% (yoy). Penghimpunan dana di Pasar Modal mencapai Rp140,3 triliun dengan jumlah IPO sebanyak 40 perusahaan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak