alexametrics

Respons Sri Mulyani Saat The Fed Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan AS

loading...
Respons Sri Mulyani Saat The Fed Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan AS
Menkeu Sri Mulyani memberikan respons terhadap kebijakan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve alias The Fed yang kembali memangkas suku bunga acuan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memberikan respons terhadap kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve alias The Fed yang kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis point. Menurutnya hal ini memberikan ruang bagi banyak negara emerging untuk meningkatkan perekonomian domestik.

"Kita semuanya termasuk Indonesia bisa gunakan momentum ini dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi dan dari sisi investasi itu bisa jauh lebih positif karena dengan penurunan suku bunga berarti cost of moneynya jadi lebih rendah," jelas Menkeu Sri Mulyani di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

(Baca Juga: Suku Bunga AS Dipangkas untuk Ketiga Kalinya, The Fed Dibayangi Ketakutan)



Sebelumnya terang Menkeu, suku bunga tinggi yang sempat diterapkan membuat negara berkembang harus hadapi konsekuensinya. "Dari sisi pemerintah dengan penurunan dari the fed, itu memberikan semacam pause kepada situasi kenaikan suku bunga yang kemarin membuat banyak negara emerging harus hadapi konsekuensinya," ungkapnya.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu berharap, dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam menghadapi gejolak ekonimi global. "Kita berharap momentum ini akan muncul pada tahun 2019 akhir ini dan akan terus dijaga di tahun 2020. Kalau kita lihat dari sisi kemungkinan policy dari pemerintah RRT dengan Amerika Serikat bisa sepakat tentu kita berharap momentum positif ini menguat," jelasnya.

Seperti diketahui Ketua The Fed Jerome Powell menyoroti risiko-risiko perlambatan pertumbuhan global, perkembangan kebijakan perdagangan, serta tekanan inflasi yang diredam. "Kami merasa bahwa kebijakan ini sangat baik," katanya pada konferensi pers di Washington pada akhir pertemuan dua hari Fed.

Sejak pertemuan terakhir, ia mengatakan risiko terhadap perekonomian telah surut, merujuk kesepakatan "fase satu" antara AS dan China serta berkurangnya peluang Brexit berakhir tanpa kesepakatan. Powell memberikan sinyal tidak akan kembali mengubah suku bunga, terkecuali kondisi ekonomi memburuk secara tidak terduga. "Kita melihat sikap kebijakan saat ini sebagai kemungkinan dari segala situasi," katanya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak