alexametrics

Gubernur BI Beri Sinyal Masih Ada Pelonggaran Suku Bunga

loading...
Gubernur BI Beri Sinyal Masih Ada Pelonggaran Suku Bunga
Bank Indonesia (BI) menyatakan masih mungkin melakukan kebijakan moneter yang akomodatif ke depan. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberi sinyal masih ada kemungkinan pelonggaran suku bunga di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan itu akan bergantung pada kondisi ekonomi global hingga akhir tahun ini serta tahun depan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan moneter yang akomodatif antara lain dilakukan untuk mengantisipasi dampak perang dagang antara Amerika serikat (AS) dan China.

"Kenapa kita kemarin berikan forward guidance look BI masih melihat terbukanya ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif. (Pelonggaran) Bisa dalam bentuk suku bunga, penurunan giro wajib minimum (GWM), relaksasi makroprudensial," ujar Perry di Jakarta, Kamis (31/10/2019).



BI hingga saat ini masih mencermati perkembangan perekonomian global lantaran belum adanya kesepakatan antara kedua negara maju tersebut. Terlebih, jika situasi perang dagang makin memburuk, maka akan berdampak pada negara berkembang termasuk Indonesia. "Kalau memburuk, tahun depan ekonomi global mungkin tidak sampai 3,1%. bisa 3-2,9%," tuturnya.

Sebagai Informasi, Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk kembali menurunkan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada angka 5%. Suku bunga Deposit Facility juga turun sebesar 25 bps menjadi 4,25% dan Lending Facility menjadi 5,75 %.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak