alexametrics

IHSG Anjlok di Akhir Sesi Saat Bursa Asia Bergerak Mixed

loading...
IHSG Anjlok di Akhir Sesi Saat Bursa Asia Bergerak Mixed
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Kamis (31/10/2019) berakhir anjlok -1,07% ketika bursa Asia bergerak mixed. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Kamis (31/10/2019) berakhir anjlok untuk melengkapi laju negatif sepanjang hari ini. Hingga akhir sesi, IHSG ambruk -1,07% atau setara minus 67,43 poin menjadi 6.228,32 ketika bursa Asia bergerak mixed.

Sebelumnya pada sesi siang, bursa saham dalam Negeri tergelincir usai kehilangan -37,54 poin atau -0,60% ke level 6.258,21 untuk melanjutkan pelemahan tadi pagi dengan penurunan tipis 3,84 poin atau 0,1% ke level 6.290,5. Sedangkan kemarin, bertengger di posisi 6.295,75 dengan peningkatan sebesar 14,61 poin.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp15,53 triliun dengan 27,63 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp672,17 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp4,73 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp4,06 triliun. Tercatat sebesar 162 saham menguat, 314 melemah dan 160 stagnan.



Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) naik Rp450 menjadi Rp2.280, PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) bertambah Rp440 menjadi Rp3.490 dan Waran Seri I Surya Fajar Capital Tbk. (SFAN-W) melonjak Rp250 ke posisi Rp840.

Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun Rp1.250 menjadi Rp17.500, PT Indospring Tbk. (INDS) jatuh Rp110 menjadi Rp2.500 serta PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) merosot Rp60 menjadi Rp1.690.

Di sisi lain bursa saham Asia berakhir mixed alias variatif pada perdagangan, Kamis setelah Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat alias The Fed memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya tahun ini. Sentimen lain datang dari data aktvitas manufaktur China yang kembali menyusut.

Indeks Kospi di Korea Selatan ditutup 0,15% lebih tinggi pada level 2.083,48 ketika Samsung Electronics melaporkan pendapatan di luar perkiraan sebelumnya. Tren kenaikan juga terlihat pada indeks Nikkei Jepang mencapai 0,37% menjadi 22.927,04 dimana saham indeks kelas berat SoftBank Group melonjak 3,71%.

Sementara Indeks Topix juga ikut merayap naik, meski tipis pada posisi 1.667,01. Bank of Jepang (BoJ) menekankan bakal tetap menjaga kebijakan moneter, meski berikan sinyal siap untuk melakukan perubahan suku bunga bila diperlukan.

Arah berbeda diperlihatkan saham daratan China dimana Komposit Shanghai menyusut 0,35% di kisaran level 2.929,06 dan Komposit Shenzhen jatuh mencapai 0,763% untuk bertengger di 1.616,19. Sedangkan Indeks Hang Seng, Hong Kong bergerak maju 0,90% pada akhir sesi.

Di tempat lain, bursa patokan Australia yakni ASX merosot 0,39% menjelang akhir pekan ke posisi 6.663,40 dengan subindeks keuangan turun 1,11%. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,4% lebih tinggi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak