alexametrics

Sri Mulyani Beri Tugas Berat untuk Dirjen Pajak Baru Suryo Utomo

loading...
Sri Mulyani Beri Tugas Berat untuk Dirjen Pajak Baru Suryo Utomo
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) memberikan ucapan selamat kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak yang baru Suryo Utomo (kanan) usai pelantikan di Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (1/11/2019). Foto/Antara, Dok SINDO
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan, kepada Suryo Utomo yang baru saja dilantik menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak baru bahwa tugas berat menantinya. Seperti diketahui Suryo Utomo telah resmi memimpim Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkey) untuk menggantikan posisi Robert Pakpahan yang masuk masa pensiun.

Dalam sambutannya, Menkeu Sri Mulyani mengatakan meningkatkan penerimaan pajak yang saat ini masih rendah jadi tugas berat Suryo Utomo. "Sangat berat. Saya tidak menggunakan kata tidak ringan, tapi sangat berat. Saya bisa saja menggunakannya untuk sedikit meringankan Pak Suryo, tapi saya memilih sangat berat karena 70% penerimaan di dalam APBN kita untuk mendukung seluruh aktivitas republik ini adalah berasal dari Direktorat Jenderal Pajak," ujar Menkeu Sri Mulyani di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, (1/11/2019).

Sambung dia menerangkan, tugas Direktorat Jenderal Pajak yang sangat penting adalah memajukan Indonesia lewat penerimaan. Serta harus menghadapi tantangan global yang saat ini akan berdampak pada Indonesia.



"Namun saya perlu untuk mengingatkan bahwa kita bekerja dengan tema Indonesia maju dan maju bersama menghadapi tantangan. Indonesia hanya bisa maju apabila pejabat-pejabat yang ada bekerja sama," jelasnya

Dia menambahkan, bakal menjaga momentum penerimaan negara tanpa merusak iklim bisnis dan investasi. "Tidak mudah, kita juga ingin reformasi di bidang sumber daya manusia di Direktorat Jenderal Pajak untuk diteruskan. Kita melihat kompetensi tidak seharusnya hanya pada level Dirjen dan direktur, namun harus turun hingga pelaksana dan pemeriksa kompetensi," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak