alexametrics

The Fed Pangkas Suku Bunga, Gubernur BI Akui Diluar Perkiraan

loading...
The Fed Pangkas Suku Bunga, Gubernur BI Akui Diluar Perkiraan
Keputusan penurunan suku bunga acuan oleh The Fed pada Rabu (30/10/2019) di luar perkiraan Bank Indonesia (BI). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengakui kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang kembali memangkas suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) pada Rabu (30/10/2019) di luar perkiraan. BI sebelumnya memproyeksikan The Fed baru akan memangkas suku bunga pada kuartal I tahun depan.

Adapun, kebijakan The Fed kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 1,5% hingga 1,75% ini sudah diperkirakan pasar. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga ekonomi AS kuat dalam menghadapi pertumbuhan global dan untuk memberi perlindungan dari risiko yang akan terjadi ke depan.

"Terkait penurunan suku bunga The Fed memang sudah diantisipasi oleh pasar meskipun dalam perhitungan BI keputusan penurunan suku bunganya ini lebih awal dari yang kita perkirakan karena memang pertumbuhan AS yang sebetulnya belum memerlukan itu. Jadi, dalam hal ini The Fed kita sebut hawkish cut," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan di Jakarta, Jumat (1/10/2019).



Kendati ada pemangkasan suku bunga, Perry meyakini investasi akan tetap terjaga di Indonesia. Hal ini terlihat dalam tingkat keyakinan investor untuk berinvestasi ke Indonesia tetap tinggi. Demikian juga dengan nilai tukar rupiah yang tetap stabil di level Rp14.000 per dolar AS.

Sebelumnya, Ketua The Fed Jerome Powell menyoroti risiko-risiko perlambatan pertumbuhan global, perkembangan kebijakan perdagangan, serta tekanan inflasi yang diredam. "Kami merasa bahwa kebijakan (penurunan suku bunga) ini sangat baik," katanya pada konferensi pers di Washington pada akhir pertemuan dua hari Fed.

Sejak pertemuan terakhir, dia mengatakan risiko terhadap perekonomian telah surut, merujuk kesepakatan "fase satu" antara AS dan China serta berkurangnya peluang Brexit berakhir tanpa kesepakatan. Powell memberikan sinyal tidak akan kembali mengubah suku bunga, terkecuali kondisi ekonomi memburuk secara tidak terduga.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak