alexametrics

Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,01% di Kuartal III

loading...
Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,01% di Kuartal III
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal III/2019 diperkirakan melambat, terindikasi dari penurunan laju penjualan eceran. Foto/SINDOnews/Inda Susanti
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III/2019 akan berkisar 5,01% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari kuartal sebelumnya yang tercatat 5,05% yoy.

Adapun, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan melambat menjadi 5,02% yoy dari kuartal sebelumnya 5,17% yoy. Perlambatan laju konsumsi rumah tangga terindikasi dari penurunan laju penjualan eceran dan penurunan nilai tukar petani.

"Selain itu pertumbuhan penjualan pada gerai yang sama dari beberapa perusahaan ritel juga menunjukkan tren yang menurun," ujar Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (4/11/2019).



Dia melanjutkan, untuk pertumbuhan penjualan mobil mengalami kontraksi -10,6% yoy dari kuartal sebelumnya -11,4% yoy. Sementara pertumbuhan penjualan motor melambat tipis -3,1% yoy dari kuartal sebelumnya yang turun tipis -0,01% yoy. Selain itu, impor barang konsumsi juga tercatat terkontraksi -7,8% yoy dari kuartal sebelumnya yang terkontraksi -4,7% yoy.

Sedangkan, pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada kuartal III/2019 diperkirakan cenderung meningkat terbatas menjadi 5,09% yoy dari kuartal sebelumnya 5,01% yoy. Ini terindikasi dari pertumbuhan penjualan semen yang meningkat tipis 0,4% yoy dari kuartal sebelumnya yang terkontraksi -5,9% yoy.

"Peningkatan tipis penjualan semen mengindikasikan investasi bangunan sepanjang periode Juli-September 2019 mengalami peningkatan terbatas," ungkapnya.

Selain itu, investasi non-bangunan juga mengalami perbaikan dimana impor barang modal sepanjang kuartal III/2019 tercatat turun tipis -0,5% yoy dari kuartal sebelumnya -8,1% yoy.

Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung melambat dipengaruhi oleh melambatnya realisasi penyerapan belenja kementerian/lembaga, baik belanja barang maupun pegawai.

Meskipun laju konsumsi pemerintah melambat, net ekspor diperkirakan cenderung membaik seiring kinerja impor yang terkontraksi lebih dalam dibandingkan ekspor sepanjang kuartal III/2019.

Sementara itu dari sisi produksi, laju pertumbuhan sektor manufaktur diperkirakan masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional seiring tren investasi ke sektor industri manufaktur yang cenderung melambat.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak