alexametrics

Tak Mau Tergantung Tambang, Kalsel Pacu Pariwisata Jadi Sumber PAD Utama

loading...
Tak Mau Tergantung Tambang, Kalsel Pacu Pariwisata Jadi Sumber PAD Utama
Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adyani (kiri) dan Kalsel Rudy Resnawan (tengah) saat meluncurkan Calender of Event (CoE) dan Visit Kalsel 2020 di Jakarta, Senin (4/11/2019). Foto/Dok Kemenparekraf
A+ A-
JAKARTA - Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bertekad mengalihkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) utamanya dari sektor pertambangan ke pariwisata. Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarmasin yang akan diresmikan pada Desember juga diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan.

Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan mengungkapkan, pariwisata telah diposisikan sebagai program prioritas Provinsi Kalsel 2016-2021. Pihaknya ingin mendorong Kalsel agar bisa menjadi destinasi pariwisata nasional.

"Pariwisata harus dikembangkan potensinya karena bisa jadi andalan untuk menggantikan tambang. Kami bertekad ingin mengalihkan sumber ekonomi dari pertambangan ke pariwisata,” ujarnya usai meluncurkan Calender of Event (CoE) dan Visit Kalsel 2020 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta, Senin (4/11/2019) siang.



Menurut dia, dalam komposisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalsel saat ini porsi sektor tambang masih tinggi yaitu sekitar 31%, sedangkan pariwisata kurang lebih 20%.

"Dulu pariwisata malah hanya 10%-an (dari PDRB). Target kami ke depan harus lebih lagi bahkan jadi dominan. Kalau bisa sampai 60%, jadi kita enggak tergantung lagi dengan tambang," ucapnya.

Rudy meyakini keunikan budaya dan alam di Kalsel bisa menjadi daya tarik pariwisata, diantaranya pasar terapung, loksado, dan pesona pegunungan Meratus."Banyak potensi belum digali dengan maksimal dan masih perlu pembenahan, termasuk dalam pemasarannya," akunya.

Pada 2016, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalsel sebanyak 20.000 wisman dan 665.760 wisatawan nusantara (wisnus). Tahun depan ditargetkan kunjungan mencapai 1 juta wisnus dan 100.000 wisman. Terlebih lagi, Bandara Internasional Syamsuddin Noor akan segera beroperasi.

Menurut keterangan resmi dari Angkasa Pura I selaku pengelola, hingga 20 Oktober 2019 progress proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) sudah mencapai 93,6% dan ditargetkan dapat mulai dioperasikan dan diresmikan pada akhir 2019.

Dengan desain terminal seperti perahu jukung dan atap terminal yang menyerupai intan, bandara yang dikembangkan dengan dana sekira Rp2 triliun ini akan menjadi ikon kebanggaan baru bagi Kalimantan Selatan.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adyani menyatakan bahwa tekad Kalsel yang ingin menjadikan pariwisata sebagai sumber ekonomi daerah sangat tepat, karena hal itu sejalan dengan program pemerintah yang telah menetapkan pariwisata sebagai bisnis utama (core business).

"Jadi, momentumnya sangat tepat karena pemerintah pusat juga sedang menggalakkan pariwisata sebagai core business dan penghasil devisa terbesar," tuturnya.

Dia menambahkan, Kalsel memiliki potensi wisata yang layak jual untuk mendatangkan wisatawan di antaranya festival budaya dan seni yang mampu bersaing dengan daerah lain. Festival tersebut diantaranya Festival Pasar Terapung yang sudah berlangsung ratusan tahun, Festival Loksado, dan bambu rafting di Pegunungan Meratus sebagai Geopark Nasional.

Ni Wayan Giri Adyani juga mengapresiasi peluncuran Calender of Event dan Visit Kalsel 2020 sebagai upaya mempromosikan serta meningkatkan kunjungan wisnus dan wisman ke Kalsel.

“Agar penyelenggaraan CoE dan Visit Kalsel 2020 berjalan sukses maka harus mendapat dukungan semua stakeholder pariwisata serta melibatkan secara aktif masyarakat. Masyarakat harus mendapatkan manfaat dengan meningkatnya ekonomi mereka,” tandasnya.

Dia melanjutkan, event pariwisata sangat efektif untuk dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Oleh karena itu, event tersebut harus dipilih kemudian diselenggarakan secara profesional dan spektakuler agar mendatangkan banyak wisman ke Indonesia.

Provinsi Kalsel sepajang 2020 akan menggelar sebanyak 32 event pariwisata dengan dua event diantaranya yaitu Fest Triloksado (Festival Loksado) dan Festival Dayak Meratus masuk dalam kalander event nasional 2020.

Kalsel telah menetapkan Top-5 wisata alam yaitu Kawasan Wisata Loksado, Kawasan Tahura, Pulau Kaget, Ecotourism Samber Gelap, dan Kerbau Rawa Danau Panggan. Selain itu sebagai Top-5 destinasi budaya dan kuliner yakni Pasar Terapung Lok Baintan, Pendulangan Intan Cempaka, Candi Agung Amuntai, Kelapayan, dan Desa Wisata Dayak Halong, sedangkan kuliner yang terkenal antara lain Soto Banjar, Ketupat Kandangan, Paliat, Mie Bancir, Lontong Orari.

Sementara itu, untuk memeriahkan pelaksanaan Visit Kalsel Year 2020 telah disiapkan 5 festival tingkat nasional dan internasional antara lain Festival Bamboo Rafting, Festival Pasar Wadai, Festival Kemilau Banjarmasin, International Folks Festival, dan Festival/International Event. Festival digelar di Kota Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak