alexametrics

Resesi Keuangan Bayangi Hong Kong dan Singapura, Airlangga Bidik TPPI dan FTA

loading...
Resesi Keuangan Bayangi Hong Kong dan Singapura, Airlangga Bidik TPPI dan FTA
Menko Airlangga Hartanto optimistis perekonomian Indonesia masih berjalan baik meski resesi keuangan telah mengancam negara tetangga seperti Singapura, hingga Hong Kong. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto optimistis perekonomian Indonesia masih berjalan baik ditopang pasar domestik, meski resesi keuangan telah mengancam negara tetangga seperti Singapura, hingga Hong Kong. Hal ini diungkapkan usai Rapat Koordinasi Pembahasan tentang Optimalisasi Pengembangan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

"Selama ini memang Singapura dan Hongkong sudah mengalami slowdown, apalagi Hongkong dengan banyaknya masalah internal. Di sisi lain dari segi ekonomi, AS (Amerika Serikat) juga masih positif dengan domestik yang kuat," ujar Menko Airlangga Hartanto di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Sambung dia menjelaskan karena adanya masalah blok seperti Brexit, Indonesia memiliki ruang potensi di blok baru yaitu Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang beranggotakan 15 negara termasuk 10 negara ASEAN.



"RCEP ini semacam East Asia Free Trade Agreement (EFTA) yang terbesar dibandingkan dengan seluruh blok perdagangan. Makanya kemarin dalam perundingan, 15 negara sudah setuju, untuk textual basis, kita tinggal legal scrubbing dan India masih punya waktu untuk berbicara secara internal," ungkap Airlangga.

Airlangga menambahkan, bahwa dengan RCEP, perdagangan Indonesia akan makin meluas. Permasalahan hubungan perdagangan Indonesia dengan Hongkong selama ini adalah transit perdagangan ke China. "Hongkong kan transhipmentnya ke China, tapi sekarang fungsinya sudah berubah karena Indonesia langsung ke China," tuturnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak