alexametrics

Diragukan Lembaga Asing, BPS Pastikan Data Ekonomi Valid

loading...
Diragukan Lembaga Asing, BPS Pastikan Data Ekonomi Valid
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. Foto/SINDOnews/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2019 mencapai 5,02%. Namun, data resmi dari pemerintah ini diragukan oleh lembaga riset asing, asal Inggris, yaitu Capital Economics. Lembaga asing tersebut mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di bawah angka 5%.

Dalam laporannya, Capital Economics menyatakan terdapat indikator yang menunjukkan data BPS lemah sehingga data perekonomian pun keliru. Baca: Melambat, Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III Hanya 5,02%

Menanggapi laporan Capital Economics, Kepala BPS Suhariyanto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah sesuai dengan hitungan yang benar.



"Saya sebut dulu, ketika kita menghitung Produk Domestik Bruto (PDB), semuanya harus mengacu pada manual dari PDB. Harus diikuti semuanya. Kedua, BPS ini dimonitor oleh forum masyarakat statistik. Dan teman-teman IMF selalu datang ke BPS, minimal sekali setahun dengan timnya mengecek," jelas Suhariyanto di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Untuk membuktikan kesahihan data BPS, Suhariyanto bahkan mempersilakan Capital Economics untuk membuat data manual dan membuktikan hitungan pertumbuhan ekonomi.

Suhariyanto menambahkan, bahwa data BPS yang dirilis juga sudah sesuai dengan hitungan yang diberikan Kementerian Keuangan selaku bendahara negara.

"Ya silakan (lembaga asing membuat data) tapi apa mereka mengacu kepada manual PDB atau enggak. Data ini kan kita kumpulkan. Kalau bicara konsumsi pemerintah, itu data dari Kementerian Keuangan loh," jelasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak