alexametrics

Serapan Zakat Tahun Ini Optimistis Capai Rp10 Triliun

loading...
Serapan Zakat Tahun Ini Optimistis Capai Rp10 Triliun
Sekjen World Zakat Forum (WZF) Bambang Sudibyo (kanan), Executive Secretary WZF Irfan Syauqi Beik (kiri), dan Deputy Secretary General WZF Elnur Salihovic (tengah). Foto/SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Serapan zakat di Indonesia pada tahun ini optimistis mencapai Rp10 triliun, atau naik sekitar 15% dari pencapaian tahun lalu. Kendati terus mengalami kenaikan, namun secara potensi masih banyak zakat umat yang belum terserap.

Sekjen World Zakat Forum (WZF), Bambang Sudibyo, mengatakan serapan zakat di Indonesia terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Data Badan Zakat Nasional, pada tahun 2018, serapan zakat mencapai Rp8 triliun, atau tumbuh sekitar 12% dari 2017. Pada tahun ini, angka penyerapan zakat diperkirakan mencapai Rp10 triliun atau tumbuh 15%.

"Kami optimistis tahun ini bisa naik Rp2 triliun, dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp8 triliun. Sementara tahun depan, kami menargetkan tumbuh 25%," kata Bambang usai pembukaan konferensi internsional WZF 2019 do Crown Hotel, Jalan Lembong, Kota Bandung, Selasa (5/11/2019).



Menurut dia, Indonesia memilki potensi cukup besar. Mengutip pernyataan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, di Indonesia diperkirakan potensi zakat yang bisa dikelola sangat besar, yakni Rp230 triliun. Dari potensi yang sangat besar tersebut, baru 3,5% atau sekitar Rp8 triliun yang bisa dikelola. Artinya, masih sangat besar potensi zakat yang belum terkelola.

"Kendala masalah kesadaran umat Islam. Karena itu rukun Islam, tetapi masih banyak yang enggak menyadari. Tetapi kami terus mencoba melakukan penyerapan melalui saluran digital, sehingga mayarakat lebih mudah dalam membayar zakat," kata dia.

Menurut dia, gerakan zakat sangat penting, sebagai jaringan pengaman sosial, di tengah ekonomi dunia yang menghadapi ancaman krisis ekonomi. Di mana Amerika Serikat, Inggris, China telah mengalami parlambatan ekonomi. Dia khawatir krisis akan datang ke Indonesia, sehingga ekonomi terancam tumbuh di bawah 5%.

Sementara itu, Deputy Secretary General WZF dari Bosnia, Elnur Salihovic, yang juga delegasi Unicef mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya pengembangan digitalisasi pengelolaan zakat di dunia. Apalagi ini sejalan dengan semakin tingginya akses internet penduduk dunia. Dimana jutaan manusia mengakses internet setiap detiknya.

"Tapi kita harus tahu, masih banyak anak yang menjadi korban konflik dunia. Kami mendukung bagaimana zakat bisa memberi dampak terhadap sosial ekonomi mayarakat," kata dia.

Di berharap, konferensi internsional WZF 2019 di Bandung bisa menghasilkan beberapa solusi terhadap kehidupan dunia. Misalnya membuat jaringan zakat secara global, sehingga terjadi hubungan saling membantu antara satu komunitas dengan lainnya.

"Melalui forum ini, kami berharap akan menghasilkan sejumlah proyek yang akan memberi dampak langsung kepada masyarakat," imbuh dia.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak