alexametrics

Karpet Merah Bagi Investor Asing, Kepala BKPM Bentuk Satgas

loading...
Karpet Merah Bagi Investor Asing, Kepala BKPM Bentuk Satgas
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan, ke depannya tidak ada lagi investor yang dipersulit dan terlantar ketika menanamkan modalnya di Indonesia. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan, ke depannya tidak ada lagi investor yang dipersulit dan terlantar ketika menanamkan modalnya di Indonesia. Ia berjanji bakal mendampingi setiap investasi yang potensial masuk ke dalam negeri dengan membuat satuan petugas (Satgas).

“Kita harus membuka karpet merah buat investor dengan membuat satgas. Kalau tidak, kita akan semakin ketinggalan dari Vietnam,” ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Sambung dia mengatakan, minat investor untuk masuk ke Indonesia sangat tinggi. Sayangnya, realisasi investasi tidak optimal karena banyak sekali kendala yang menghadang investor saat masuk dan berinvestasi di dalam negeri.



Untuk itu, BKPM akan membentuk Satgas (Satuan Tugas) untuk mempercepat realisasi investasi di lapangan. “Nanti akan saya pimpin sendiri. Satu-satu ada kendala di lapangan kita selesaikan,” pungkas Bahlil.

Sebagaimana diketahui, BKPM mencatat realisasi investasi pada triwulan III mencapai Rp 601,3 triliun. Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 283,5 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak Rp 317,8 triliun. Realisasi investasi tahun ini meningkat 12,3% dibandingkan tahun 2018 dalam periode yang sama.

Peningkatan realisasi investasi ini dilatarbelakangi lancarnya pemilihan umum April lalu, sehingga menunjukkan sinyal positif bagi para investor. Bahlil optimistis target realisasi investasi tahun ini akan tercapai. Apalagi, capaian sepanjang Januari hingga September 2019 telah mencapai 75,9% dari target.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak