alexametrics

IHSG Diprediksi Masih Terkoreksi, Simak 9 Saham Ini

loading...
IHSG Diprediksi Masih Terkoreksi, Simak 9 Saham Ini
IHSG pada Jumat ini diprediksi masih melemah. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diramalkan melanjutkan koreksi alias pelemahan. Kamis kemarin, IHSG pulang melemah 51,92 poin atau 0,84% ke level 6.165,62.

Analis dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan MACD telah membentuk area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan sinyal negatif.

"Di sisi lain, terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support," ujar Nafan Aji di Jakarta, Jumat (8/11/2019).



Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:

1. AKRA

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 3800-3870, dengan target harga secara bertahap di level 3920, 4000, 4320, 4640 dan 4960. Support: 3680.

2. ASRI
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada level 260-264, dengan target harga secara bertahap di level 274 dan 294. Support: 250 dan 240.

3. AUTO

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level 1180-1210, dengan target harga secara bertahap di level 1245 dan 1335. Support: 1180 dan 1150.

4. BRIS
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 380-386, dengan target harga secara bertahap di level 392, 412 dan 470. Support: 380 dan 370.

5. ELSA
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 306-312, dengan target harga secara bertahap di level 318, 356 dan 384. Support: 300.

6. ERAA
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 1570-1600, dengan target harga secara bertahap di level 1650, 1760 dan 2160. Support: 1550 dan 1510.

7. INDF

Pergerakan harga saham telah menguji garis MAs 10, 20 dan 60 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area level level 7600-7750, dengan target harga secara bertahap di level 7900, 8200 dan 8525. Support: 7600, 7500, 7425 dan 7275.

8. MYOR
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. "Akumulasi beli" pada area level 2110-2140, dengan target harga secara bertahap di level level 2170, 2350 dan 2520. Support: 2100 dan 2080.

9. TLKM

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan terbuka lebar. "Akumulasi beli" pada area 4000-4080, dengan target harga secara bertahap di level 4130, 4210 dan 4530. Support: 3890.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak