alexametrics

Pekan Ini, Nilai Kapitalisasi Pasar Saham Turun 0,47% Jadi Rp7.105,01 Triliun

loading...
Pekan Ini, Nilai Kapitalisasi Pasar Saham Turun 0,47% Jadi Rp7.105,01 Triliun
Data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini atau periode 4 hingga 8 November 2019 menunjukkan, nilai kapitalisasi pasar tergelincir 0,46% menjadi Rp7.105,017 triliun. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini atau periode 4 hingga 8 November 2019 ditutup bervariasi, hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan data rata-rata frekuensi transaksi BEI sebesar 5,27% menjadi 554,840 ribu kali transaksi dari 527,047 ribu kali transaksi selama sepekan sebelumnya. Sedangkan di sisi lain nilai transaksi harian justu mengalami penyusutan.

Berdasarkan data BEI, rata-rata nilai transaksi harian mengalami pelemahan sebesar 11,44% menjadi Rp8,493 triliun dari pekan sebelumnya Rp9,590 triliun. Lalu untuk data rata-rata volume transaksi harian BEI juga jatuh hingga 38,23% menjadi 12,672 miliar unit saham dari 20,515 miliar unit saham di pekan sebelumnya.

Sementara itu pada pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih rendah 0,47% pada posisi 6.177,986 dari 6.207,191 pada pekan sebelumnya. Mengikuti IHSG, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga tergelincir 0,46% menjadi Rp7.105,017 triliun dari Rp7.138,198 triliun pada penutupan minggu lalu.



"Mengikuti IHSG, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga mengalami perubahan sebesar 0,46% menjadi Rp7.105,017 triliun dari Rp7.138,198 triliun pada penutupan minggu lalu," tulis keterangan BEI di Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp45,355 triliun dan investor asing pada Jumat (8/11) mencatatkan jual bersih sebesar Rp988,99 miliar.

Lebih lanjut lewat keterangann resminya, PH Sekretaris Perusahaan BEI, Hani Ahadiyani menerangkan selama sepekan ini BEI melakukan pencatatan perdana dua perusahaan sebagai emiten ke-43 dan 44 di 2019, yakni PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dan PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS). Selain itu, BEI mencatatkan dua obligasi yang diterbitkan PT BCA Finance senilai Rp1,5 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp5 triliun.

Dengan demikian, ujar Hani, jumlah emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI selama 2019 sebanyak 86 Emisi dari 45 Perusahaan Tercatat senilai Rp101,04 triliun. Maka, saat ini total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sebanyak 418 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp442,01 triliun dan USD47,5 juta yang diterbitkan oleh 118 Perusahaan Tercatat.

"Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 101 seri dengan nilai nominal Rp2.707,26 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak sepuluh emisi senilai Rp8,71 triliun," kata Hani.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak