alexametrics

IHSG Lanjutkan Pelemahan, Turun ke Level 6.135

loading...
IHSG Lanjutkan Pelemahan, Turun ke Level 6.135
IHSG dibuka melemah 13,25 poin atau 0,22% ke level 6.135,49. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (12/11/2019), dengan bergerak negatif 13,25 poin atau 0,22% ke level 6.135,49.

Senin kemarin, IHSG ditutup jatuh 29,25 poin atau 0,47% menjadi 6.148,74. Enam dari 10 indeks sektoral melemah, dengan sektor pertambangan mencatat penurunan terbesar 0,52%, sektor keuangan melemah 0,43%, aneka industri rugi 0,37% dan infrastruktur turun 0,20%

Sedangkan sektor perkebunan justru menguat 0,39%. Sektor konstruksi dan properti meningkat 0,28%. Sektor industri dasar naik 0,16% dan sektor perdagangan menanjak 0,03%.



Penurunan IHSG pagi ini seiring kemerosotan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Emiten tersebut adalah Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Mandiri Tbk (BMRI), Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan Astra International Tbk (ASII).

Hingga pukul 09.36 WIB, harga saham BBCA turun 0,71% jadi Rp31.250 per unit. Adapun harga saham BMRI turun 1,06% ke Rp6.975 per unit, UNVR turun 0,92% menjadi Rp42.875 per unit, dan ASII 0,75% jadi Rp6.600 per saham.

Sementara itu, pasar saham Asia dibuka beragam. Melansir dari CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,1% dan indeks Topix turun lebih dari 0,2%. Bursa saham Jepang melemah menanti laporan pendapatan kuartalan industri otomotif.

Sementara itu, pergerakan pasar di Hong Kong terus dipantau, dimana indeks Hang Seng naik 0,3% berkat kenaikan saham perusahaan asuransi jiwa AIA yang menguat lebih dari 1%.

Adapun bursa saham China dibuka bervariasi pada awal perdagangan, dimana bursa Shenzhen turun 0,23% dan Shanghai sebagian naik tipis.

Kospi Korea Selatan sedikit lebih tinggi, sementara ASX 200 Australia diperdagangkan 0,61% lebih rendah karena saham Westpac Bank turun 4%.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak