alexametrics

Bunga KUR Turun, OJK Dorong ke Cluster Produktif Berorientasi Ekspor

loading...
Bunga KUR Turun, OJK Dorong ke Cluster Produktif Berorientasi Ekspor
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen mengaplikasikan penurunan bunga KUR tersebut bagi kelompok-kelompok (cluster) produktif yang berorientasi ekspor. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengapresiasi, penurunan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi 6% dari semula 7%. Lebih lanjut Ia menekankan, pihaknya berkomitmen mengaplikasikan penyesuaian KUR tersebut bagi kelompok-kelompok (cluster) produktif yang berorientasi ekspor.

"Alhamdulilah, suku bunganya diturunkan dari tujuh menjadi enam. Kita dorong prioritas itu KUR cluster yang komoditi didorong ekspor dan juga substitusi barang impor," ujar Ketua OJK Wimboh Santoso di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Dia juga mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak sektor produktif andalan yang memberi ruang besar untuk ditingkatkan ekspornya. Dengan begitu, Indonesia bisa menekan defisit neraca perdagangan sehingga tak makin melebar. "Jadi kelompoknya banyak, ratusan hingga ribuan dengan komoditinya yang mendorong ekspor dan substitusi barang impor. Ini bersifat integrasi antara hulu dan hilir," jelasnya.



Selain itu APBN 2020 diyakini masih punya ruang meningkatkan total plafon KUR dari Rp140 triliun menjadi Rp190 triliun dan akan terus meningkat secara bertahap hingga 2024. Untuk diketahui, penyaluran KUR per September 2019 telah mencapai 82,79% atau mencapai Rp115,9 triliun dari target tahun ini Rp140 triliun, dan total debitur KUR sebanyak 4,1 juta.

Adapun, penyaluran KUR di sektor produksi sudah mencapai 50,4 persen dari target minimal 60%. Sebagai informasi, sejak 2015 Pemerintah memang merubah beberapa kebijakan KUR secara signifikan. Hasilnya pun positif. Perkembangan total realisasi akumulasi penyaluran KUR dari Agustus 2015 sampai 30 September 2019 sebesar Rp449,6 triliun dengan outstanding sejumlah Rp158,1 triliun.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak