alexametrics

Bunga KUR Turun 6% Disambut Gembira Bank Penyalur

loading...
Bunga KUR Turun 6% Disambut Gembira Bank Penyalur
Bank-bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) menyambut gembira turunnya bunga KUR. Sebab akan menambah basis debitur potensial untuk KUR di seluruh Indonesia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Senior Vice President and Chief Economist BNI, Ryan Kiryanto mengatakan, pastinya bank-bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) menyambut gembira turunnya bunga KUR. Sebab dengan turunnya bunga KUR, maka akan menambah basis debitur potensial untuk KUR di seluruh Indonesia.

"Bagi mereka, turunnya bunga KUR jadi 6% oleh pemerintah tidak akan menurunkan net interest income dari KUR karena "selisih" bunga riilnya akan tetap disokong oleh pemerintah melalui mekanisme APBN," ujar Ryan saat dihubungi di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Sekiranya masih ada potensi untuk menambah alokasi KUR, perbankan penyalur KUR terang dia mungkin akan mempertimbangkan untuk meminta ke pemerintah untuk menambah alokasi KUR. Sejauh ini bank-bank penyalur sudah menyiapkan semua infrastruktur pendukungnya agar target penyalurannya tercapai.



Diharapkan penyaluran KUR akan dorong ke sektor-sektor produktif sesuai dengan potensi ekonomi daerah atau kawasannya sehingga tepat sasaran. "Sebaliknya, dengan turunnya bunga KUR akan menstimulasi para pelaku umkm untuk lebih agresif meminta fasilitas KUR," kata dia.

Bagi bank BUMN, penyaluran KUR juga merupakan wujud peran nyata mereka sebagai agent of change untuk perekonomian nasional. Seperti diketahui pemerintah kembali menurunkan suku bunga KUR menjadi 6% per tahun dari sebelumnya 7%. Selain itu, total plafon KUR juga ditingkatkan dari Rp140 triliun menjadi Rp190 triliun atau sesuai dengan ketersediaan anggaran pada APBN 2020.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak