alexametrics

Pemilihan Calon Direksi BUMN Dinilai Ideal dari Internal

loading...
Pemilihan Calon Direksi BUMN Dinilai Ideal dari Internal
Pengamat menilai pemilihan direksi BUMN seperti PLN menurutnya perlu ada pengkajian lagi dalam proses pemilihan tersebut dengan melibatkan pihak internal. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir sedang menyiapkan nama-nama untuk mengisi posisi direksi di sejumlah perusahaan pelat merah. Setidaknya ada 5 perusahaan BUMN yang bakal mendapat direksi baru, yakni PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Inalum (Persero) atau MIND-ID, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Menanggapi hal tersebut, pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar memberikan apresiasi. Dia percaya, langkah Erick Tohir demi terciptanya suasana kinerja maksimal di setiap BUMN. Namun, menurutnya perlu ada pengkajian lagi dalam proses pemilihan tersebut.

"Informasi yang kami terima, khusus untuk PLN, lebih kurang 18 nama calon direksi yang ada di Kementerian BUMN dominan berasal dari anak perusahaan PLN, yang proses rekrutmennya sudah sejak Mei 2019 pada masa Dirut PLN Sofyan Basir, jadi rekrutmen bukan dimasa kepemimpinan Thohir," terang Junisab dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (12/11/2019).



Menurutnya, seleksi direksi sebaiknya turut menyertakan orang-orang di lingkaran PLN agar didapat komposisi calon yang ideal. Di samping itu, orang-orang PLN kemungkinan besar akan lebih mengetahui problematika yang ada di perusahaan penyuplai seterum tersebut ketimbang pihak lain.

"Agar menjadi ideal harus direview, dengan cara menyertakan personel yang berimbang dari potensi PLN. Dari pihak luar tetap tidak masalah asal komposisinya tidak dominan. Dengan demikian Menteri BUMN akan mendapat direksi yang mumpuni," tambah Junisab.

Junisab menduga, penyebab calon direksi PLN dominan berasal dari anak perusahaan lantaran ketidak-terbukaan pola rekruitmen. "Menteri BUMN sebaiknya mengkaji ulang sistim yang tertutup layaknya kotak pandora dilingkungan PLN," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak