alexametrics

Tensi Perang Dagang Tekan IHSG dan Bursa Asia

loading...
Tensi Perang Dagang Tekan IHSG dan Bursa Asia
IHSG melemah 11 poin atau 0,18% ke level 6.169. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (13/11/2019), pukul 09.06 WIB, melemah 11 poin atau 0,18% ke level 6.169.

Selasa kemarin, IHSG pulang meraih untung 32,25 poin atau 0,52% ke level 6.180,99.

Tujuh dari 10 indeks sektoral memerah sehingga melemahkan IHSG. Sektor infrastruktur turun 0,55%, disusul aneka industri melemah 0,37%, industri dasar turun 0,27%, dan manufaktur jatuh 0,20%.



Tiga sektor lainnya menguat, dengan pertambangan bertambah 0,31%. Sektor perkebunan menguat 0,10% dan perdagangan naik tipis 0,02%.

Dari 497 saham, 179 melemah, 148 stabil dan 170 menguat. Nilai transaksi saham sebesar Rp1,31 triliun dari 1,86 miliar unit saham. Transaksi bersih asing -Rp127,78 miliar, dengan aksi jual asing Rp436,15 miliar dan aksi beli asing Rp308,36 miliar.

IHSG dan pasar saham Asia tergelincir akibat tensi konflik dagang Amerika Serikat dan China, dimana Presiden AS Donald Trump dalam pidato di Economic Club of New York, mengatakan Beijing ingin membuat kesepakatan perdagangan tetapi tidak memiliki rincian tentang bagaimana menyelesaikannya.

Tidak hanya itu, Trump bahkan menyebut China "curang" atas situasi perdagangan. Trump juga menyalahkan sikap para pemimpin AS sebelumnya.

Pidato tersebut semakin memanaskan tensi dagang sehingga menekan pasar saham Asia. Melansir dari CNBC, Rabu (13/11), indeks Shanghai turun 0,49% dan Shenzhen jatuh 0,271%. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,36% karena saham perusahaan asuransi jiwa AIA turun 2,49%.

Bursa Nikkei 225 Jepang turun 0,82% pada perdagangan pagi karena saham Fast Retailing melemah 1,91%. Indeks Topix juga turun 0,43%.

Kospi Korea Selatan juga mengalami penurunan 0,81%. Begitu pula dengan ASX 200 Australia turun 0,48% karena sektor saham keuangan tertekan 0,7%.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak