alexametrics

KPR Syariah CIMB Niaga Catat Tren Kenaikan

loading...
KPR Syariah CIMB Niaga Catat Tren Kenaikan
Bank CIMB Niaga menyatakan penggunaan kredit pemilikan rumah syariah makin banyak peminatnya dalam beberapa tahun terakhir. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga) menyatakan penggunaan kredit pemilikan rumah (KPR) syariah makin banyak peminatnya dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat, KPR syariah trennya naik dari tahun ke tahun dimana pada September 2016 sebesar Rp2,2 triliun, tahun 2017 sebesar Rp4,76 triliun, tahun 2018 sebesar Rp7,7 triliun dan tahun 2019 sebesar Rp11,49 triliun.

Mortgage & Indirect Auto Business Head CIMB Niaga Heintje Mogi mengatakan, untuk produk KPR syariah perseroan memberikan program produk syariah dengan tenor 10 tahun sebesar 10,5%, serta tenor 15 tahun dengan bunga sebesar 12,5%. Sedangkan Margin fix 3 tahun sebesar 6,5% dan fix 5 tahun sebesar 7,8%.

"KPR syariah tumbuh tinggi karena portofolio kecil tapi banyak insentif dan kami juga menunjang ke syariah. Market share mortage syariah juga naik 8,31% dari sebelumnya 8,12%," katanya saat Media Briefing KPR CIMB Niaga di Jakarta, Rabu (13/11/2019).



Saat ini porsi wilayah KPR Bank CIMB Niaga sudah mencapai 65% berada di Jabodetabek sementara sisanya 35% berada di luar Jabodetabek seperti Medan, Bandung, Semarang dan Kalimantan. Menurut dia, pertumbuhan positif pada bisnis KPR tersebut menunjukkan strategi yang perseroan terapkan selama ini sudah on track.

Meski demikian, pihaknya akan terus menghadirkan customer experience yang baik seperti pengajuan dan proses KPR yang mudah dan bisa dilakukan secara online serta melalui video banking di Digital Lounge.

CIMB Niaga juga menerapkan strategi cross selling dengan menawarkan KPR kepada nasabah existing seperti nasabah tabungan, kartu kredit, bancassurance, dan lainnya.

Segmen ini terus menjadi fokus yang digarap perseroan karena nasabah telah mengenal dan merasakan pengalaman menggunakan produk-produk CIMB Niaga akan lebih mudah untuk menggunakan produk lainnya, termasuk KPR.

Untuk menggenjot bisnis KPR, perseroan melakukan beberapa strategi diantaranya menyempurnakan proses penyelesaian pengajuan KPR, strategi akuisisi, serta menggandeng beberapa developer. "Saat ini sudah ada sekitar 700 developer yang bekerjasama dengan Bank CIMB Niaga," imbuhnya.

Hingga akhir tahun, perseroan akan menggenjot porsi KPR menjadi 13-15%. "Per 30 September 2019, penyaluran KPR kami kan sudah tumbuh 12,6% year-on-year menjadi Rp32,82 triliun. Artinya butuh sekitar 4% lagi untuk mencalai target," katanya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak