alexametrics

DPR: Ahok Lebih Tepat Jadi Direksi PLN

loading...
DPR: Ahok Lebih Tepat Jadi Direksi PLN
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR, Deddy Yevry Hanteru Sitorus, menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah figur berintegritas yang mampu menempati posisi sebagai bos Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Maka itu, Deddy mendukung langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang akan mengangkat Ahok menjadi pimpinan salah satu BUMN.

Sekadar diketahui, Kementerian BUMN memastikan Ahok akan memimpin salah satu BUMN. Namun, mengenai BUMN yang bakal dipimpin mantan Gubernur DKI Jakarta itu bakal disampaikan dalam waktu dekat.

Kabar berembus jika Ahok direkomendasikan menjabat posisi Komisaris PT Pertamina atau PT PLN (Persero). Menurut Deddy, Ahok lebih tepat menjadi Direksi PLN yang saat ini masih dipimpin oleh pelaksana tugas sejak Sofyan Basir ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).



"Ahok dikenal sebagai orang yang tegas, bersih, dan punya kapasitas lebih pas duduk sebagai Direksi PLN daripada duduk sebagai komisaris di Pertamina," ujar Deddy, Kamis (14/11/2019).

Dia menambahkan, Ahok memiliki pengalaman memimpin dan manajerial yang baik untuk mengelola BUMN besar. Selain itu, Ahok diyakini mampu memahami dan mewujudkan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena pernah bekerja bersama mengurus Jakarta.

"Ahok pasti mampu mewujudkan program Presiden Jokowi tentang elektrifikasi 100%. Seluruh Indonesia teraliri listrik," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Di samping itu, Ahok dinilainya bisa mempercepat capaian program-program PLN. Sebab, Ahok punya keberanian mengeksekusi program dengan pertimbangan yang matang.

"PLN butuh sosok yang berani sekaligus mampu memastikan proses berjalan dengan prudent. Persyaratan ini semua terpenuhi oleh Ahok," kata legislator asal daerah pemilihan Kalimantan Utara ini.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak