alexametrics

Harga Minyak Naik Karena Harapan Pembatasan Produksi dari OPEC

loading...
Harga Minyak Naik Karena Harapan Pembatasan Produksi dari OPEC
Harga minyak naik karena harapan pasar agar OPEC tetap membatasi produksi minyak. Foto/Istimewa
A+ A-
TOKYO - Harga minyak mentah membukukan kenaikan pada Jumat (15/11/2019), dimana pasar berharap OPEC untuk mempertahankan pembatasan produksi minyak. OPEC dan sekutu utamanya Rusia akan membahas kebijakan tentang produksi pada Desember mendatang di Markas Besar OPEC, Wina, Austria.

Selain harapan terhadap OPEC, pasar juga optimis bahwa Amerika Serikat dan China dapat kembali ke meja perundingan, seiring tanda-tanda perlambatan ekonomi global. Ini diperkuat dengan sinyal dari penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, bahwa kedua negara "semakin dekat" dalam kesepakatan.

Melansir dari Reuters, optimis ini membuat harga minyak mentah Brent International naik 30 sen atau 0,5% menjadi USD62,58 per barel pada pukul 01.47 GMT, setelah turun 9 sen pada Kamis lalu.



Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) bertambah 29 sen atau 0,5% menjadi USD57,06 per barel, setelah jatuh 0,6% pada sesi sebelumnya.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memberi kabar bahwa permintaan minyak akan turun pada tahun depan. Kabar ini mendukung pandangan pasar agar OPEC bersama Rusia, OPEC+ mempertahankan pembatasan produksi untuk mengatasi kelebihan pasokan.

OPEC+ sejak 1 Januari telah memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari, dan sejak Juli pertengahan tahun, aliansi ini memperbarui pakta tersebut hingga Maret 2020.

"Pasar energi akan terus terpaku pada OPEC+ dan persaingan dagang Amerika Serikat dan China. Harga minyak akan tergantung dari ini, mengalahkan situasi di Hong Kong saat ini, dimana Beijing terus mengirim banyak pasukan," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda di Tokyo, Jepang.

Situasi geopolitik di Hong Kong telah berlangsung berlarut-larut, dimana bentrokan antara demonstran dan polisi semakin memanas pada pekan ini. Presiden China Xi Jinping mengatakan pada Kamis kemarin, China akan menghentikan kekerasan dengan cara-cara "tegas".
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak