alexametrics

Jika ke Pertamina, Ahok Jadi Dirut Kelima yang Berasal dari Luar

loading...
Jika ke Pertamina, Ahok Jadi Dirut Kelima yang Berasal dari Luar
Kursi orang nomor satu di Pertamina telah empat kali diserahkan pada orang non karir di BUMN migas tersebut. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kabar tentang akan diangkatnya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai bos salah satu BUMN, masih menjadi perhatian publik. Ahok disebut-sebut akan di tempatkan di PT Pertamina (Persero) atau PT PLN (Persero).

Menanggapi kabar-kabar tersebut, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria meminta pemerintah mempertimbangkan banyak hal, khususnya jika Ahok memang disiapkan untuk menahkodai Pertamina.

Jika Ahok yang nanti ditetapkan sebagai direktur utama Pertamina, maka kader salah satu partai politik ini akan menjadi orang kelima berturut-turut yang duduk sebagai dirut Pertamina yang bukan berasal dari pekerja karier di BUMN migas tersebut.



"Selama ini sudah empat kali berturut turut kursi dirut Pertamina diduduki oleh orang non-karier dan ternyata hasilnya pun biasa-biasa saja. Apakah pemerintah yang berkuasa tak percaya dengan kemampuan orang karier Pertamina sehingga tidak mau menempatkan mereka menduduki kursi dirut Pertamina?" kata Sofyano di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Jika Ahok atau orang luar Pertamina lagi nanti yang terpilih sebagai dirut Pertamina, kata dia, maka hal itu bisa membentuk anggapan publik bahwa pemerintah memang tidak percaya dengan kemampuan orang-orang yang selama ini berkarier Pertamina. Karena, sudah empat kali berturut-turut pemerintah memilih orang dari luar untuk memimpin Pertamina.

"Jika nanti dirut Pertamina diganti lagi, dan ternyata orang luar yang dipercaya kembali sebagai dirut maka itu bisa saja dipahami bahwa pemerintah gagal membina orang Pertamina sehingga belum dipercaya memimpin BUMN ini," cetusnya.

Sofyano menghitung, sebagai sebuah BUMN besar, orang Pertamina yang berkarir di luar BUMN migas bisa dihitung dengan jari saja. "Antara lain Dirut Pelni Insan Tobing, Nina Sulistyowati yang pernah sebentar menduduki kursi direktur pemasaran Garuda, lalu Insanudin di Pelindo," tuturnya. Sementara, kata dia, di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, hanya satu orang karir Pertamina yang dipercaya sebagai Dirut yakni Ari Soemarno yang menggantikan posisi Widya Purnama yang juga nonkarir Pertamina.

Selanjutnya, setelah Karen Agustiawan, di masa pemerintahan Jokowi berturut-turut kursi dirut Pertamina diduduki orang luar yaitu Dwi Sucipto, Elia Massa Manik dan Nicke Widyawati.

"Apakah kali ini kursi nomor satu Pertamina akan kembali diduduki oleh orang non-karir Pertamina? Mengapa? Hanya presiden dan menteri BUMN yang bisa menjawab," pungkasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak