alexametrics

Harga Minyak Mentah Dunia Mendatar di Tengah Optimistis Perdagangan

loading...
Harga Minyak Mentah Dunia Mendatar di Tengah Optimistis Perdagangan
Harga minyak mentah dunia sedikit berubah pada awal perdagangan, Senin mengikuti raihan keuntungan sepanjang pekan sebelumnya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia sedikit berubah pada perdagangan, Senin mengikuti raihan keuntungan sepanjang pekan sebelumnya. Para investor masih memantau, sinyal terbaru seputar propek kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, untuk mengangkat kekhawatiran seputar peningkatan persediaan minyak global.

Dilansir Reuters, Senin (18/11/2019) harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan Internasional terpantau turun 5 sen atau 0,1% ke posisi USD63,25 per barel pada pukul 01.19 GMT. Sementara itu kontrak naik 1,3% minggu lalu. Selanjutnya harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan menjadi USD57,72 per barel atau tidak berubah dari sesi sebelumnya, setelah pekan kemarin memperoleh dorongan 0,8%.

"Meskipun investaris AS lebih besar dari yang diharapkan, fokus utama para pelaku pasar tertuju pada perkembangan perdagangan AS dan China dimana optimisme terus terbangun. Pasar melihat kesepakatan perdagangan antara AS dan China lebih positif, untuk menjadi bullish bagi pasar minyak mentah," ujar Strategi pasar dari AxiTrader yakni Stephen Innes.



Perang perdagangan yang telah berlangsung selama 16 bulan terakhir antara dua ekonomi terbesar dunia telah memperlambat pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia dan mendorong para analis untuk menurunkan perkiraan permintaan minyak dunia. Sehingga pada akhirnya menimbulkan kekhawatiran bahwa pasokan banjir dapat terus meningkat pada 2020.

China dan Amerika Serikat sendiri telah membangun pembicaraan perdagangan tingkat tinggi, akan tetapi belum memaparkan rincian terkait perkembangan negosiasi yang dirilis pada hari Minggu. Sementara laporan bulanan dari International Energy Agency (IEA) memberikan tekanan terhadap harga minyak, setelah memperkirakan pasokan non-OPEC akan tumbuh menjadi 2.300.000 barel per hari (BPD) tahun depan.

Hal itu jauh dari 2019 yang mencapai 1.800.000 Bpd, mengutip produksi dari Amerika Serikat, Brazil, Norwegia dan Guyana. Data yang dirilis pada hari Kamis juga menunjukkan stok minyak AS secara mingguan tumbuh sebesar 2.200.000 barel, energi informasi administrasi (EIA) mengatakan, melebihi perkiraan kenaikan oleh analis yakni 1.649.000 barel.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak