alexametrics

Rupiah Awal Pekan Berakhir Loyo Iringi Perbaikan Euro

loading...
Rupiah Awal Pekan Berakhir Loyo Iringi Perbaikan Euro
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (18/11/2019) menyusut mengiringi euro yang menikmati kenaikan cukup tinggi versus dolar AS. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (18/11/2019) menyusut setelah sempat sedikit membaik pada sesi siang untuk kemudian menutup hari ini di zona merah. Kejatuhan mata uang Garuda mengiringi euro yang menikmati kenaikan cukup tinggi versus dolar AS untuk mendekati posisi terbaiknya.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah tergelincir menjadi Rp14.076 per USD pada sesi penutupan atau tidak lebih baik dari sebelumnya Rp14.073/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.035 hingga Rp14.082/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga jatuh menjadi Rp14.078/USD dibandingkan sesi penutupan akhir pekan kemarin Rp14.076 per USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.070-Rp14.081/USD.



Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore justru menunjukkan performa negatif untuk terus merosot semakin dalam ke zona merah. Hingga sesi penutupan, rupiah bertengger di Rp14.090/USD atau memburuk dari sesi siang tadi pada posisi Rp14.070/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah justru masih tertahan pada zona merah di posisi Rp14.075/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah tertekan usai kemarin Rp14.069/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, euro meningkat ke posisi tertinggi 11 hari terhadap dolar AS, seiring harapan bahwa Washington dan Beijing dapat segera menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang yang telah menjadi hambatan pertumbuhan ekonomi global.

Euro pada sesi terakhir tercatat meningkat 0,1% menjadi 1,1068 terhadap USD, atau menjadi yang tertinggi sejak 7 November. Sedangkan indeks dolar yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,1% di 97,90.

Yuan offshore, bagaimanapun tetap di bawah 7 per dolar, ketika sesi terakhir jatuh 0,1% menjadi 7,0142. Yuan merupakan mata uang yang paling sensitif dalam sengketa perdagangan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak