alexametrics

November-Desember, Pemerintah Uji Coba Mandatori B30 Secara Bertahap

loading...
November-Desember, Pemerintah Uji Coba Mandatori B30 Secara Bertahap
Mandatori B30 akan diujicobakan hingga Desember sebelum diberlakukan mulai tahun depan. Foto/Ilustrasi/Dok. SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah secara bertahap akan melakukan uji coba mandatori biodiesel 30% (B30). Rencananya uji coba tersebut akan dilakukan bertahap mulai November-Desember sebelum diterapkan secara resmi awal tahun depan.

"Uji coba ini akan kita mulai secara keseluruhan Desember. Nanti Pertamina mau mempersiapkan," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Arifin memastikan dengan percepatan mandatori B30 tersebut kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 tidak melebihi kuota sehingga aman sampai akhir tahun. Berdasarkan laporan Kementerian ESDM, kuota solar subsidi telah ditetapkan sebesar 14,5 juta kiloliter (KL). "Jadi kuota solar masih aman," tandasnya.



Hal senada juga dikatakan Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto. Dia menyatakan bahwa kuota BBM bersubsidi dipastikan aman sampai akhir tahun manakala kebijakan mandatori sudah dapat di uji coba pada Desember mendatang. Pihaknya optimistis apabila kebijakan B30 dapat diimplementasikan secepatnya maka kuota solar bersubsidi aman hingga akhir tahun.

"Dengan adanya B30 itu kota sudah cukup tidak perlu impor lagi. Berjalannya B30 kuota solar subsidi tidak kurang," terang dia.

Dia mengatakan, kuota solar bersubsidi sampai Oktober 2019 telah tersalurkan sebesar 13,3 juta KL sehingga masih tersisa sebesar 1,2 juta KL dari kuota yang telah ditetapkan dalam APBN 2019. "Sampai saat ini kuotanya masih ada 1,2 juta KL. Sampai Oktober tersalurkan 13,3 juta KL," jelasnya.

Untuk mencukupi kebutuhan uji coba B30, kata dia, Pertamina membutuhkan tambahan serapan alokasi fatty acid methyl esters (FAME) sebanyak 72.000 kiloliter (KL) untuk dicampur dengan solar. Adapun saat ini Pertamina telah mengajukan tambahan alokasi FAME untuk menyukseskan program uji coba B30. Penambahan alokasi tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 227K/10/MEM/2019. "Kepmen sudah keluar. Jadi Pertamina paling telat besok tandatangan tambahannya," kata dia.

Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Andriah Feby Misnah membenarkan jika B30 akan segera diujicobakan. Uji coba B30 tersebut berpotensi menambah alokasi FAME yang pada tahun ini sebenarnya telah mengalami peningkatan serapan. "Detailnya itu sudah ada alokasi B20 sampai akhir 2019 kemudian ditambah 10% untuk uji coba. Jadi kenaikan 10% itu 72.000 KL," tuturnya.

Sebagai informasi pada awal 2019, target serapan FAME untuk B20 adalah sebanyak 6,2 juta KL. Namun sesuai perkembangannya terdapt peningkatan kebutuhan biodiesel sehingga serapan FAME hingga akhir tahun diperkirakan meningkat 6,5% menjadi 6,6 juta KL.

Dengan demikian, apabila ditotal antara kenaikan serapan FAME untuk B20 untuk sisa akhir tahun ini dan untuk uji coba B30 maka penambahan alokasi FAME menjadi 209.238 KL. Adapun alokasi serapan FAME untuk mandatori B30 pada 2020 telah ditetapkan sebanyak 9,5 juta KL.

Feby melanjutkan, terdapat delapan titik yang akan dilakukan uji coba B30. Adapun sejumlah titik tersebut di Rewulu, Medan, TBBM Balikpapan, Plumpang, Kasim, Panjang dan Boyolali. "Penyaluran FAME-nya itu ada dengan truk, kapal dan penyaluran memakai pipa," jelasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak