alexametrics

Hingga Oktober Pemerintah Tarik Utang Rp384,52 Triliun

loading...
Hingga Oktober Pemerintah Tarik Utang Rp384,52 Triliun
Pemerintah tarik utang sebesar Rp384,52 triliun hingga akhir Oktober 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, penarikan utang per Oktober mencapai sebesar Rp384,52 triliun. Angka ini 107,03% dari target APBN yang sebesar Rp359,25 triliun.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan realisasi penarikan utang yang lebih besar dikarenakan risiko dari seretnya penerimaan negara.

"Kalau dilihat pembiayaan utang realisasi sampai akhir Oktober Rp384,5 triliun atau tumbuh 14,2% dari tahun lalu. SBN Rp401,7 triliun tumbuh 17% dan pinjaman bayar lebih tinggi dari tahun lalu Rp17,2 trilun. Selain karena pagunya lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, ini juga untuk membuat supaya kita bisa tetap siap-siap," ujar Suahasil di Jakarta (18/11/2019).



Sebagai informasi, utang hingga Oktober 2019 mencapai Rp384.52 triliun atau 107,03% target APBN tersebut terdiri dari realisasi Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp401,71 triliun atau 103,28% target APBN dan realisasi pinjaman sebesar negatif Rp17,19 triliun atau 57,88% target APBN.

Akumulasi pinjaman yang terdiri atas pinjaman secara total mencapai angka negatif, seperti yang terjadi pada bulan-bulan sebelumnya, karena realisasi pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri yang lebih besar dari pada penarikan pinjaman luar negeri.

Namun sebaliknya, untuk pinjaman dalam negeri, penarikan pinjaman lebih besar dibandingkan pembayaran cicilan pokok.
Hingga akhir Oktober 2019 Pemerintah telah membayarkan cicilan pokok pinjaman dalam negeri sebesar Rp1 triliun atau 67,88% dari target APBN, sementara cicilan pokok pinjaman luar negeri telah dibayarkan sebesar Rp66,92 triliun atau 73,97% dari target APBN.

Sementara itu, penarikan pinjaman dalam negeri mencapai Rp1,23 triliun atau 63,10% target APBN dan penarikan pinjaman luar negeri mencapai Rp49,49 triliun atau 82,11% target APBN.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak