alexametrics

Kurs Rupiah Diprediksi Masih Berkutat dalam Tren Pelemahan

loading...
Kurs Rupiah Diprediksi Masih Berkutat dalam Tren Pelemahan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan, Selasa (18/11/2019) diperkirakan melanjutkan pelemahan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan, Selasa (19/11/2019) diperkirakan melanjutkan pelemahan. Sementara pada Senin kemarin, rupiah ditutup tergelincir menjadi Rp14.076 per USD pada sesi penutupan atau tidak lebih baik dari sebelumnya Rp14.073/USD.

"Sentimen negatif negosiasi dagang kelihatannya akan menekan rupiah hari ini," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Dia melanjutkan semalam tersiar kabar bahwa Tiongkok tidak terlalu optimis akan mencapai kesepakatan dengan AS karena komentar Presiden Donald Trump yang tidak mau menghilangkan tarif impor. "IDR to USD kemungkinan bergerak di kisaran Rp14.050 hingga Rp14.100 per USD," jelasnya.



Sebelumnya posisi rupiah melihat data Bloomberg kemarin, pada perdagangan spot exchange juga jatuh menjadi Rp14.078/USD dibandingkan sesi penutupan akhir pekan kemarin Rp14.076 per USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.070-Rp14.081/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore justru menunjukkan performa negatif untuk terus merosot semakin dalam ke zona merah. Hingga sesi penutupan, rupiah bertengger di Rp14.090/USD atau memburuk dari sesi siang tadi pada posisi Rp14.070/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah justru masih tertahan pada zona merah di posisi Rp14.075/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah tertekan usai kemarin Rp14.069/USD.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak