alexametrics

Sonny Christian Joseph

Jatuh Cinta Pada UKM Sejak Pengalaman Pertama

loading...
Jatuh Cinta Pada UKM Sejak Pengalaman Pertama
Chief Executive Officer (CEO)& Co-founder PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu) Sonny Christian Joseph (paling kanan) bersama pembicara lain pada Seminar Mendorong Pembiayaan UMKM Melalui Fintech, yang diselenggarakan Koran Sindo bersama Otoritas Jasa
A+ A-
PERISTIWA dua puluh tiga tahun lalu itu masih tertanam diingatan Sonny Christian Joseph. Chief Executive Officer (CEO)& Co-founder PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu) ini mengingat jelas bagaimana memproses dan memberikan kredit ke debitur pertamanya sebagai bankir tahun 1996 silam.

Pengalaman ini bukan hanya membentuk visinya sebagai bankir, juga mengubah perjalanan hidupnya. Debiturnya adalah seorang ibu, yang belakangan diketahui baru ditinggal meninggal oleh suaminya. Dia mengajukan kredit modal kerja untuk membuka toko buku, penyambung hidup keluarga kecilnya. Ini bisnis pertama dan satu-satunya. Belum memiliki rekam jejak sebagai pebisnis.

Melayani nasabah usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini, Sonny mengaku deg-degan. Ia khawatir kredit yang diberikan berujung macet, meski agunannya mencukupi. Ia tak mau reputasi rusak hanya karena tidak bersikap hati-hati. Dan saat itu ia belum punya kompetensi di kredit kecil. Pendidikan perbankan yang diikutinya justru di bidang pembiayaan korporasi dan komersial.



Untuk menepis rasa khawatir, Sonny mempelajari proposal pinjaman secara lebih detil dan lebih cermat. Ia ekstra hati-hati dalam mengkalkulasi potensi pendapatan, mengukur kemampuan mengangsur, hingga menilai karakter calon debitur.

Pada akhirnya keputusan harus diambil. Dari pengajuan kredit Rp25 juta, ia menyetujui semuanya. “Benar-benar gemeteran. Ini pengalaman pertama saya mencairkan kredit. Maka itu, setelah pencairan kredit, saya memantau usaha ibu ini dan terus berinteraksi,” katanya pada acara Seminar “Mendorong Pembiayaan UMKM Melalui Fintech”, yang diselenggarakan Koran SINDO bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kota Bandung baru-baru ini.

Usaha toko buku si debitur berkembang pesat. Toko bukunya menjadi lebih besar dan lebih lengkap, lini bisnisnya bertambah, bukan hanya menjual buku, tetapi juga alat tulis dan peralatan elektronik. “Saya mengikuti perkembangan usahanya, dan takjub. Ada kebahagiaan tersendiri manakala debitur yang kita layani sukses dan bertumbuh. Sejak saat itu, saya jatuh cinta kepada pembiayaan sektor UMKM,” katanya, seraya menambahkan ia tetap menjalin komunikasi dengan debitur, meski sudah lama pindah ke tempat lain.

Dari pengalaman ini Sonny berkeyakinan banyak pelaku UMKM berkomitmen tinggi untuk tumbuh dan berkembang. Mereka juga tahan banting, sekalipun situasi perekonomian nasional tidak mendukung. Dan fakta menunjukkan, pada setiap krisis ekonomi, pelaku UMKM justru menjadi penyelamat sekaligus tulang punggung sektor riil yang dapat diandalkan. “Satu hal yang terus saya percayai, kalau ingin sukses melayani UMKM, kita jangan sekadar memberikan pembiayaan, melainkan harus ada pendampingan yang berkelanjutan,” katanya.

Lepas dari Bank Danamon, Sonny berlabuh di Bank BTPN, memimpin unit usaha BTPN Mitra Bisnis, yang dibangunnya dari nol. Di bank ini, pengalamannya mengombinasikan pembiayaan UKM dan pemberdayaan semakin lengkap.

“Pada titik ini saya melihat peluang besar di bisnis pembiayaan UKM dan belum dilirik pemain lain; yakni pembiayaan UKM menggunakan platform digital,” katanya.

Pada akhir 2018, setelah lebih dari 20 tahun berkarir di industri perbankan, Sonny akhirnya memutuskan pindah haluan. Ia mendirikan Batumbu, perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan UKM dengan menggunakan platform teknologi atau fintech. Bisnisnya sangat sederhana: mempertemukan pelaku UKM yang membutuhkan pendanaan dengan para pemilik dana dalam sebuah platform digital.

Fintech memungkinkan hadirnya produk pembiayaan UKM yang fleksibel dan customize. Hal ini menjadi jalan keluar bagi sejumlah UKM yang unbankable untuk mencari sumber pendanaan.“Unbankable itu bukan berarti mereka tidak layak dibiayai. Mereka sangat layak, tapi belum semua kebutuhannya dapat dilayani dengan sistem kredit perbankan hari ini. Fintech mampu mengatasi kendala-kendala pembiayaan tersebut. Atas dasar itu, kami menghadirkan fintech lending untuk UKM,” katanya.

Sonny memperkenalkan platform Batumbu pada April 2019 silam. Sejak awal ia sudah mencanangkan platform digitalnya ini hanya untuk pembiayaan produktif, bukan konsumtif. (Hatim Varabi)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak