alexametrics

Ini Syarat Indonesia Menjadi 5 Negara Ekonomi Besar Dunia di 2045

loading...
Ini Syarat Indonesia Menjadi 5 Negara Ekonomi Besar Dunia di 2045
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indonesia emas. Harapan besar dalam 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2045, yaitu menjadi lima negara ekonomi besar di dunia. Sebuah cita-cita mulia yang sejatinya telah memiliki materi untuk menuju ke sana. Yaitu kekayaan alam dan bonus demografi.

Namun untuk menuju lima besar ekonomi dunia, banyak syarat yang harus dipenuhi. Pertumbuhan ekonomi yang stagnan di 5% tidaklah cukup menerbangkan Indonesia menjadi lima kekuatan utama ekonomi dunia.

"Pertumbuhan ekonomi 5% tidak cukup menjadikan Indonesia negara ekonomi besar pada 2045 seperti keinginan Presiden Joko Widodo," kata Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Rizal Affandi Lukman dalam acara Indonesia Economics Forum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2019).



Dia pun melanjutkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia harus mencapai USD7 triliun di tahun 2045. Dan pertumbuhan ekonomi Indonesia per tahun harus mencapai 7% terhadap PDB.

"Secara kalkulasi, untuk menjadi negara ekonomi besar dengan income high country, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus mencapai 7% secara tahunan," ucapnya.

Sementara itu, tantangan yang dihadapi Indonesia tidaklah mudah. Tahun depan, gejolak perekonomian global semakin besar, seperti masih adanya perang dagang Amerika Serikat dan China, Brexit, resesi Hong Kong, dan perlambatan ekonomi di Uni Eropa.

"International Monetary Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi global tahun depan akan melambat. Ini diperkirakan berimbas terhadap pertumbuhan ekspor di Indonesia, yang bisa berdampak ke pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Untuk mencegahnya, pemerintah berupaya mendorong ekspor lebih tinggi dan menarik lebih banyak investor ke Indonesia.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak