alexametrics

IHSG Berakhir Mendatar Iringi Kejatuhan Bursa Utama Asia

loading...
IHSG Berakhir Mendatar Iringi Kejatuhan Bursa Utama Asia
IHSG pada perdagangan, Rabu berakhir mendatar, dengan kecenderungan meningkat tipis dari sesi sebelumnya untuk mengiringi kejatuhan bursa utama Asia. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Rabu (20/11/2019) berakhir mendatar, dengan kecenderungan meningkat tipis dari sesi sebelumnya untuk mengiringi kejatuhan bursa utama Asia. Di akhir sesi, IHSG bertengger pada level 6.155,11 dengan tambahan 3,02 poin atau 0,05%.

Sementara pada sesi perdagangan siang tadi, IHSG tergelincir usai kehilangan -5.02 poin atau -0,08% menjadi 6.147,07 setelah pagi tadi, bursa saham Tanah Air juga tertekan ke posisi 6.130,54 ketika merosot mencapai 21,550 poin 0,35%. Sedangkan kemarin, IHSG di akhir bertengger pada posisi 6.152,09.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,22 triliun dengan 9,87 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp77,83 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,18 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,26 triliun. Tercatat sebesar 177 saham menguat, 259 melemah dan 171 stagnan.



Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) naik Rp575 menjadi Rp15.675, Waran Seri I Surya Fajar Capital Tbk. (SFAN-W) bertambah Rp195 menjadi Rp210 dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) melonjak Rp190 ke posisi Rp3.670.

Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) turun Rp100 menjadi Rp895, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) jatuh Rp70 menjadi Rp1.175 serta PT Arkadia Digital Media Tbk. (DIGI) merosot Rp50 menjadi Rp1.700.

Di sisi lain pasar saham Asia berjatuhan pada akhir sesi perdagangan, Rabu saat Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam bakal menaikkan tarif impor terhadap produk-produk asal China jika tidak juga mencapai kesepakatan. Saham daratan China ditutup lebih rendah dipimpin penyusutan Komposit Shanghai mencapai sebesar 0,78% menjadi 2.911,05.

Selanjutnya diikuti pelemahan Komposit Shenzhen dengan kehilangan 0,707% hingga menyentuh level 1.635,16. Tren negatif juga menimpa indeks Hang Seng di Hong Kong setelah sebelumnya sempat menghijau, akan tetapi tengah pekan hari ini berbalik arah usai merosot 0,75% menjadi 26.889,61.

Pada tempat lain, indeks Nikkei Jepang tergelincir 0,62% untuk menutup perdagangan hari ini di posisi 23.148,57 ketika indeks Topix juga jatuh 0,33% untuk berada di 1.691,11. Data perdagangan Jepang menunjukkan ekspor untuk bulan Oktober turun 9,2% secara year to year.

Bursa utama Australia yakni ASX terpantau juga anjlok 1,35% menuju posisi 6.722,40 seiring anjloknya subindeks keuangan sebesar 2,15%. Saham empat bank besar Australia semuanya tertekan yakni Commonwealth Bank of Australia turun 1,33%, Westpac anjlok 3,31%, Australia dan New Zealand Banking Group jatuh 2,05% dan National Australia Bank tergelincir 3,12%.

Tren memerah juga terlihat pada indeks Kospi di Korea Selatan usai merosot 1,3% untuk berakhir di 2.125,32 saat saham industri kelas berat seperti Samsung Electronics dan chipmaker SK Hynix masih-masing ambruk 2,8% dan 3,05%. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia di luar Jepang diperdagangkan 0,66% lebih rendah.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak