alexametrics

Indef Minta BI dan Pemerintah Longgarkan Likuiditas Bank

loading...
Indef Minta BI dan Pemerintah Longgarkan Likuiditas Bank
Ilustrasi suku bunga dan likuiditas bank. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, menuturkan langkah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga di level 5% sudah ditebak dari awal.

"Langkah BI sudah ditebak dari awal. Namun yang jadi masalah adalah lambatnya transmisi suku bunga BI ke bunga kredit. Saat ini, likuiditas bank ketat apalagi jelang akhir tahun, pemerintah gencar terbitkan surat utang untuk front loading APBN. Itu sedot deposito bank. Jadi BI dan Kementerian Keuangan harus koordinasi lebih intens untuk longgarkan likuiditas bank," katanya di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Sementara, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, menilai ditahannya suku bunga acuan merupakan langkah tepat karena BI perlu memberi waktu berjalannya transmisi kebijakan moneter hingga bank bank menurunkan suku bunga deposito dan kreditnya.



"Sekaligus juga menyimpan potensi untuk kembali menurunkan suku bunga di tahun depan," kata Piter saat dihubungi SINDOnews.

Walaupun tidak menurunkan suku bunga tapi tidak berarti BI tidak melanjutkan pelonggaran moneter. Kata Piter, BI masih konsisten mensupport pertumbuhan ekonomi melawan perlambatan ekonomi global dengan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 50 bps.

"Selain itu, penurunan GWM juga bisa berdampak lebih besar dan lebih cepat kepada pelonggaran likuiditas dan penyaluran kredit," ungkap dia.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak